Pohon Beringin, Jejak Sejarah Soekarno di Rai Belu Tumbang Akibat Badai Hujan
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hujan badai yang melanda wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL sejak awal pekan mengakibatkan sejumlah pohon di dalam Kota tumbang, Jumat (30/12/2022).
Salah satunya, pohon Beringin yang terletak di ujung Timur lapangan umum Atambua yang ditanam Presiden Soekarno saat berkunjung ke Belu tahun 1954 lalu.
Pohon raksasa itu tumbang menutupi sebagian jalan utama simpang tiga Polres Belu-Lapangan umum setelah dihantam hujan badai (puting beliung) sekitar pukul 10.00 Wita.
Tumbangnya pohon yang menjadi icon Kota Beriman di alun-alun pusat Kota perbatasan itu terpaksa ditutup sementara oleh Polres Belu guna dibersihkan.
Nampak, Kapolres Belu bersama personil dibantu TNI, Brimob, BPBD Belu, PUPR, pasukan kuning dibantu warga membersihkan ranting pohon tersebut.
Menurut saksi Damianti, salah satu pemilik warung menuturkan kejadian tersebut datang sangat cepat dan berlalu. Dirinya melihat pusaran angin puting beliung lingkari lapangan umum.
“Saya lihat angin puting beliung dari tengah lapangan menuju ke pohon beringin dan seketika pohonnya tumbang,” beber dia.
Akui dia, dirinya berlari keluar dari warungnya menuju ke kantor Satintelkam lantaran takut. “Beruntung tidak ada kendaraan yang melintas di jalan saat pohon tumbang,” kata Damianti.
Selain pohon Beringin, terdapat dua pohon yang ikut tumbang yakni di depan rumah jabatan Polrea Belu dan pojok lapangan bundaran simpang lima Atambua.
Sementara itu, di beberapa titik dalam kota Atambua juga terdapat pohon tumbang seperti di Tini dan Tatakiren.

