Ditangani Darurat, Jalan Lamtoromil Akses Weluli-Fulur Kembali Dilewati Kendaraan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pasca longsor akibat hujan deras, Dinas PUPR Kabupaten Belu bersama Polsek Lamaknen dan Anggota DPRD Belu Frans Xaver Saka melakukan penanganan darurat jalan longsor di jalur Lamtoromil.

Alat berat dengan dikerahkan ke lokasi utama longsor guna pengerjaan pemadatan jalan menggunakan material bebatuan pada Selasa kemarin.

Pantauan media, Rabu (30/11/2022) aktivitas warga gunakan kendaraan roda dua maupun empat melalui jalan Lamtoromil jalur Weluli menuju Fulur kembali normal.

Nampak, kendaraan roda dua dan empat milik warga saat melewati jalur yang sering longsor itu selalu waspada atau berhati-hati mengurangi kecepatan.

Longsor yang terjadi di ruas jalan Weluli menuju ke Fulur di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan , Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL terjadi usai hujan lebat.

Kepala Polsek Lamaknen, IPDA Yesaya Lontorin yang ditemui media di lokasi longsor mengatakan, jalan longsor terjadi akibat hujan yang deras yang turun beberapa. Selain itu, kondisi jalan yang telah rusak sering dilalui kendaraan berat.

Lanjut dia, jika hujan terus menerus maka ruas jalan yang diperbaiki untuk sementara ini akan kembali longsor, apalagi jalannya selelalu dilewati kendaraan besar.

“Karena ada proyek sabuk merah, fuso besar muat excavator, jika lewat jalur Builalu maka tidak bisa karena ada jalan yang putus dan tidak bisa lewat,” ujar dia.

Menurut Yes sapaan akrabnya, penanganan jalan Lamtoromil ini pertama kali dilakukan pihaknya bekerja sama dengan DPRD Belu asal Dapil 3 Frans Xaver Saka (Apin Saka).

“Kami dengan Bapak Dewan Apin Saka, dengan dia (Apin Saka) sendiri gerakan dump truck dengan sertur pakai loder, beliau (Apin Saka) yang mengendarai loder sendiri,” akui dia.

Dikatakan, penanganan sementara kali lalu pasca longsor kembali dilalui kendaraan, namun hanya berselang beberapa hari ruas jalannya kembali rusak karena dilalui kendaraan besar.

“Baru-baru hari sabtu kemarin itu yang sangat parah, kendaraan tidak bisa lewat hanya bisa roda dua,” ujar dia.

Melihat kondisi jalan tersebut, pihaknya pun akhirnya melakukan kordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Belu Vincent K. Laka. Selanjutnya, Kadis bersama stafnya meninjau lokasi Lamtoromil.

“Sementara penanganan darurat, gunakan batu kemudian dipadatkan,” ungkap Yes.

Terpisah Kadis PUPR Belu Vincensius Laka mengatakan, untuk sementara cuaca hujan sehingga dilakukan penanganan darurat untuk kendaraan roda kecil bisa melintas. Nantinya, di musim panas baru bisa disertur selanjutnya gunakan excavator.

Dikatakan, apabila ruas jalan ini putus maka masyarakat beberapa desa terisolasi atau bisa saja transit, pasalnya ruas jalan ini menghu
bungkan beberapa desa diantaranya Kecamatan Lamaknen itu hampir 3 desa dan Lamaknen Selatan 6 desa.