PLN Buka Peluang Wirausaha Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sikka
Kupang, NTTOnlinenow.com – PLN UP3 Flores Bagian Timur bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM), Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Ketua Forum Belarasa Difabel Nian Sikka (FORSADIKA) melakukan Pelatihan wirausaha bagi penyandang disabilitas pada Kab. SIKKA
Untuk membantu kemandirian penyandang disabilitas dalam berwirausaha, PLN bersama JPM dan FORSADIKA serta Dinas Sosial Kabupaten Sikka melaksanakan Pelatihan Wirausaha Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sikka. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bantuan dukungan keterampilan bagi kelompok penyandang disabilitas dalam berwirausaha guna meningkatkan pendapatan ekonomi yang bermuara pada perbaikan taraf hidup bagi penyandang disabilitas dan keluarganya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Permatasari Maumere yang akan berlangsung selama 2 hari pada tanggal 26-27 Juli 2022. Pelatihan kewirausahaan ini diikuti oleh 20 orang penyandang disabilitas yang terdiri dari 5 orang untuk untuk pelatihan tata busana dan 15 orang untuk pelatihan tata boga. Para penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan ini berasal dari komunitas Forsadika.
Agung Wibowo Selaku Manager PT PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur mengatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan masyarakat terutama di kabupaten Sikka, dalam hal ini kami dengan Program PLN Peduli, bapak/ibu kami informasikan bahwa PLN peduli ini pendanaan tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk digunakan seperti contoh bencana kemudian untuk membantu masyarakat salah satunya untuk masyarakat difabel, dalam hal ini tentu saja kegiatan selama 2 hari ini nantinya ada 5 pelatihan untuk tata busana dan 15 pelatihan untuk tata boga. Harapan kami program ini tepat sasaran dapat bermanfaat untuk bapak/Ibu sekalian untuk meningkatkan kompetensi dalam meningkatkan penghasilan yang nantinya juga dapat meningkatkan kesejahteraan bapak/ ibu sekalian.
Yohanis Pekereng selaku Direktur JPM NTT menyampaikan bahwa sebuah kenyataan yang sudah kita ketahui bersama berdasarkan perhitungan dari WHO bahwa 10-15 % penduduk di satu tempat/wilayah itu adalah penyandang disabilitas “Tujuan kami mengadakan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka secara khusus ketrampilan menjahit dan tata boga, kami berharap dengan pelatihan yang digelar ini, bisa diikuti para penyandang disabilitas peserta pelatihan ketrampilan yang mengarah kepada kemampuan wirausaha kecil yang nanti bisa dikembangkan untuk mendapatkan penghasilan dan meningkatkan kehidupan perekonomian keluarga mereka.Ucapnya
Lanjut Yohanis, “Ini adalah pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka yang digelar atas dukungan dari PT PLN (Persero) UIW NTT UP3 Flores Bagian Timur. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari pelatihan. Semua peserta pelatihan ini dibekali dengan peralatan kerja untuk produksi tata boga dan menjahit. Maksud kami dengan dukungan yang penuh ini, mereka sepenuhnya bisa beraktivitas dan langsung bisa memulai usaha mereka dan mulai menerapkan dan mengembangkan usaha.”tambahnya
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Rudolfus Ali, mengatakan dirinya menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Jaring Peduli Masyarakat (JPM) bekerja sama dengan PLN UIW NTT UP3 Flores Bagian Timur, yang memiliki perhatian secara khusus kepada para penyandang disabilitas. dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, hadirnya para pihak yang cukup memiliki perhatian yang besar terhadap kesejahteraan warga negara termasuk penyandang disabilitas patut diapresiasi. Kita berharap ke depan semakin banyak lagi kegiatan pelatihan digelar.
Rudolfus berharap juga pihak-pihak lain turut membantu terampilnya teman-teman penyandang disabilitas ini, untuk di Kabupaten Sikka sampai dengan Desember 2021, ada 2.444 jiwa penyandang disabilitas. Yang ikut pelatihan pada tahun 2021 ada 36 orang dan pada tahun 2022 ini ada 20 orang. kita berharap dari 56 orang yang ikut pelatihan, bisa berkembang lebih banyak lagi dan mereka juga bisa menikmati kesejahteraan dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan, jika kondisi keuangan daerah membaik pasca Covid-19, maka pihaknya juga akan memperioritaskan pelatihan bagi para penyandang disabilitas dan kami berharap dengan pelatihan ini bisa melahirkan wirausaha muda dari para penyandang disabilitas.
Albina Abong selaku peserta pelatihan yang berasal dari kabupaten lembata yang saat ini menetap di Kelurahan Waioti kab. Sikka. yang dibawahi naungan kelompok Karya Mandiri, pelatihan ini perdana untuk saya, “saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini saya bersama teman-teman yang lain begitu semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini, manfaat yang kami dapat khususnya kami difabel ini kami mendapatkan ilmu yang sebelumnya kami tidak tau akhirnya kami tau hal-hal yang baru, kami sangat berterima kasih kepada donatur kususnya pihak PLN terima kasih banyak”ungkap Albina.(*)

