Komisi IV DPR RI Bersama Balai Karantina Pertanian Kupang Gelar Bimtek Gratieks
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Komisi IV DPR RI bekerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang menggelar Bimbingan Teknis Gerakan Tiga Kali Expor (Gratieks).
Kegiatan Bimtek Gratieks berlangsung di Gedung Graha Kirani Atambua, Rabu (10/11/2021) diikuti sekitar 50 orang peserta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Disaksikan media, Bimtek Gratieks menghadirkan narasumber drh. Prabowo Caturroso. Selain itu juga narasumber Fransiskus Lema pemate Anggota Komisi IV DPR RI yang membawa materi secara virtual.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang drh. Yulius Umbu Hunggar mengatakan, kegiatan yang dilakukan hari ini adalah bimbingan teknis. Kita dari Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian kerjasama dengan Komisi IV DPR RI.
“Jadi, kita kerjasama dengan Komisi IV yang mana salah satu anggotanya dari dapil II NTT, salah satunya tadi pak Ansi Lema yang bawakan materi secara virtual,” ujar dia kepada media.
Jelas Umbu, tujuan dari kegiatan ini yang pertama untuk menindaklajuti program Bapak Presiden Jokowi guna meningkatkan ekspor. Yang kedua, perintah Bapak Menteri Pertanian untuk tingkatkan ekspor tiga kali lipat dari biasanya.
“Kita memilih Belu salah satunya karena Kabupaten yang langsung berbatasan dengan Negara tetangga Timor Leste. Komoditas terbesar yang kita keluarkan itu lewat Mota’ain,” ungkap dia.
Lanjut Umbu, dengan diperkuatnya produksi pertanian maupun peternakan di hulu, itu nanti diharapkan adanya peningkatan ekspor ke luar negeri salah satunya ke Timor Leste disamping pemasaran logistik.
“Kalau kita ekspor, itu memiliki nilai tawar yang baik tinggi dengan petani maupun peternak, jelas harganya lebih bagus daripada domestik kita mengejar ekspor untuk tingkatkan nilai tawar,” ungkap Umbu.
Tapi dalam perjalanan jelas dia, seperti yang dibahas dalam kegiatan tadi kaitan kendala administrasi persyaratan ekspor perlu kerjasam semua pihak. Pihaknya berupaya mengimplementasikan meningkatkan ekspor dari pihak lain pun kalau bisa regulasi-regulasi yang berkaitan dengan administrasi disederhanakan.
“Seperti salah satunya izin, perlu sinergi karena ini ekspor. Seperti kita sudah sederhanakan seperti izin cukup urus di Kupang tidak perlu lagi ke Pusat,” pungkas Umbu.
Sementara itu narasumber Prabowo Caturroso menuturkan, melihat kemampuan memproduksi produk-prdouk Pertanian yang perlu di ekspor. “Dari situ saya harus memahami sampai sejauh mana kekuatan sektor pertanian ini. Apakah itu tanaman pangan, holtikultura dan lainnya,” ujar dia.
Sementara itu Sari Bere Anggota DPRD Belu dari Partai PDIP Belu mengatakan, kegiatan Bimtek kerjasama Komisi IV DPR RI dan Balai Karantina Pertanian Kupang sangat positif dan bermanfaat bagi para peserta kegiatan.

