Gubernur NTT, Himbau Wartawan Berani dan Serius Menulis Yang Benar Tentang TPPO
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat mengajak para wartawan untuk serius menulis yang benar tentang kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Menurutnya, suatu penulisan yang benar harus didahului oleh tindakan investigasi yang serius pula.
“Tulislah dengan berani dan serius tentang TPPO. Harus sungguh-sungguh. Tentunya didahului investigasi yang serius pula. Jangan kerja tanpa hasil, tanpa tulisan yang baik dan benar,” pinta Laiskodat.
Ajakan Laiskodat ini disampaikan di hadapan puluhan wartawan cetak, media online dan radio dan televisi, saat membuka seminar pelatihan media dan pembentukkan jejaring jurnalis di Hotel Aston Kupang, Kamis 4 November 2021.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh VIVAT InternasionalIndonesia & Migran Care, Tempo Institute and Mensen Met een Missie. Dan direncanakan berlangsung hingga 8 November 2021.
Tema kegiatan tentang “Membongkar kasus perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur’; memperkuat media untuk keberpihakan korban” oleh VIVAT Internasional Indonesia dan Migrant Care, anggota Zerro Human Trafficking Network (ZHTN).
Dalam sambutannya, Laiskodat juga menyatakan Pemprov NTT mendukung dan memberi apresiasi terhadap misi Vivat dan Zero human trafficking yang ingin menghapus kasus TPPO di NTT.
la menegaskan TPPO di Provinsi NTT meningkat setiap tahunnya karena faktor kemiskinan.

Harus ada terobosan program pembangunan dengan melibatkan semua stakeholder. Termasuk para jurnalis di NTT”, katanya.
Sementara itu, VIVAT Internasional sekaligus Ketua panitia, Sr. Genoveva Amaral, SSpS mengatakan TPPO adalah kejahatan kemanusiaan yang paling mengerikan dan masuk pelanggaran HAM berat.
Di NTT, kasus TPPO sangat tinggi dan mafia human trafficking menyasar perempuan muda dan produktif.
Diakuinya Pemprov NTT, LSM dan lembaga keagamaan sudah bergandeng tangan dan bekerja untuk menghapus kasus TPPO di NTT, namun belum terlihat efektif.
Karena itu pihaknya mengajak para jurnalis untuk memikirkan solusi dan kemampuan narasi sebagai senjata sosialisasi untuk pencegahan dan penghapusan kasus TPPO.
Penjelasan senada juga disampaikan Koordinator Zero Human Trafficking Network (ZHTN), Pater Agus Duka, SVD. la menjelaskan ZHTN adalah koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari 43 organisasi masyarakat sipil di Indonesia.
“Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi dan keagamaan. Bekerja pada tingkat akar rumput, nasional dan internasional untuk isu-isu kKemanusiaan, khusus perdagangan manusia, jelas Pater Agus Duka, SVD.
Foto : Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat membuka seminar pelatihan media dan pembentukkan jejaring jurnalis di Hotel Aston Kupang, Kamis 4 November 2021.

