Mundus Tita Gelar Reses di Takirin Serap Aspirasi Warga Hingga Dorong Penguatan Pertanian

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Ketua Komisi I DPRD Belu, Edmundus Tita menggelar reses untuk menyerap aspirasi serta keluhan warga yang selama ini menjadi masalah di lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan reses masa sidang dua tahun 2026 Anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem di daerah pemilihan III menyasar warga di Desa Takirin, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Selasa (17/3/2026).

Menurut dia, kegiatan reses dilakukan untuk menyerap aspirasi warga sebagai bagian dari tanggung jawab wakil rakyat untuk diperjuangkan pada sidang DPRD Belu.

“Dalam kegiatan ini kami lebih banyak mendengar, bapak mama yang lebih banyak bicara tentang keluhan sebagai aspirasi rakyat untuk kami bahas dalam sidang di DPRD nanti,” kata dia.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan keluhkan terkait sarana dan prasarana pertanian serta pembangunan embun untuk mendukung kebutuhan lahan basah (sawah) maupun pengolahan lahan kering dibidang hortikultura dan infrastruktur jalan yang belum mendapat perhatian dari Pemerintah.

Selain masalah pertanian, warga juga mengharapkan adanya bantuan peternakan berupa ternak sapi dan pemasangan lampu jalan di wilayah Takirin. Warga juga membutuhkan pengadaan pintu saluran irigasi sekunder secara permanen, sehingga masyarakat tidak lagi saling mengklaim saat mengambil air di saat musim sawah.

“Sekarang ini pintu saluran itu ada yang ditutup pakai papan, batu dan material lain sehingga warga lain bisa mengalami kesulitan mendapatkan air irigasi dan bantuan traktor mini untuk pembuatan bedeng untuk tanaman hortikultura,” Felix Mau.

“Kami juga minta tolong, pengadaan lampu jalan karena kami di Desa terpencil yang berbatasan dengan Timor Leste masih sangat gelap, juga untuk menghindari kasus pencurian ternak sapi, babi dan lainnya,” tambah dia.

Senada warga lain mengeluhkan masalah bendungan Wemerak yang belum dioptimalkan secara baik dan dibutuhkan pembangunan embun serta bantuan bibit padi dan bibit hortikultura untuk mendukung para petani dalam meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi keluhan warga, Mundus Tita mengungkapkan bahwa, terkait dengan bantuan sarana pertanian dan bantuan pertenakan serta infrastruktur jalan menjadi catatan penting untuk dibahas dalam sidang anggaran DPRD.

Menurut dia, selain diperjuangkan melalui sidang anggaran DPRD, warga masyarakat juga harus mendukung dengan usulan melalui proposal dalam bentuk kelompok tani.

“Saya harap supaya tidak hanya habis diomong. Segera buatkan proposal tapi dalam bentuk kelompok tani sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk diberikan bantuan,” pinta Mundus.