Desa Naekasa di Belu Masuk Nominasi Lomba Perpustakaan Umum Tingkat Nasional

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL masuk nominasi lomba perpustakaan umum Desa/Kelurahan tingkat Nasional.

Desa Naekasa masuk sebagai desa terbaik dalam ajang perlombaan Perpustakaan Umum Desa/Keluarahan di Tingkat Nasional yang mewakili 20 ribu desa se-Indonesia.

Kegiatan lomba di lakukan secara Daring/Virtual di Aula Kantor Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Stefanus I. Ratoe Oedjoe sekaligus membukanya, Kamis (8/10/2020).

Turut mendampingi pembukaannya tersebut Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Belu, Alfredo Pires Amaral serta Kepala Desa Naekasa, Gabriel Manek.

Tujuan kegiatan perlombaan di lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Perpustakaan Desa/Kelurahan yang mempunyai tugas pokok dalam melaksanakan misi, fungsi dan tugas pelayanan perpustakaan di wilayah Desa/Kelurahan serta untuk mengembangkan pola layanan perpustakaan bagi masyarakat di sekitar.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT, Stefanus I. Ratoe Oedjoe dalam sambutannya mengatakan bahwa, lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional secara daring tahun 2020 ini yang dilaksanakan sesuai dengan UUD 1945.

Kegiatan ini jelas dia, sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara terus menerus dan berkesinambungan. Hal ini dipertegas sesuai UU Nomor 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan.

Menurut Stefanus, sebagai pusat penggelola dan sumber informasi bagi masyarakat, pemerintah berkewajiban untuk membangun dan mengembangkan program masyarakat desa/kelurahan.


“Hal ini sejalan dengan program revitalisasi dengan mewujudkan masyarakat gemar membaca, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas,” ujar dia.

Lebih lanjut, lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan secara nasional ini sebagai wujud partisipasi Pemerintah Daerah dan kelembagaan Perpustakaan serta mewujudkan kegemaran masyarakat dalam membaca.

“Selain itu bisa melatih masyarakat dalam berpikir, memiliki wawasan yang luas dengan memanfaatkan Perpustakaan Desa yang ada,” ungkap Stefanus.

Dalam perlombaan tersebut juga dilakukan pemaparan atau presentasi secara virtual oleh Kepala Desa dan Pengurus Perpustakaan Desa di hadapan Tim Juri.

Untuk diketahui, koleksi buku-buku yang ada di Perpustakaan Desa Naekasa kurang lebih 3.000 eksemplar buku dari berbagai sumber dengan 2 orang pengelola Perpustakaan. (Dinas Kominfo Belu)