Kapolsek Biboki Anleu : Pelaku Penganiayaan Berat Terhadap Pelajar SMA, Bukan Anggota Saya. Mereka Tim Buser Dari Polres TTU
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Viral berita penganiayan lima anggota Polisi terhadap Eduardus Fouk (17), pelajar SMA Negeri 2 Atambua kabupaten Belu membuat Kapolsek Biboki Anleu, Iptu Kris Kase angkat bicara.
Menurutnya beberapa oknum anggota yang diduga terlibat dalam kasus penganiayan berat terhadap korban, Siswa SMA itu adalah Anggota Tim Buser dari Polres TTU.
“Untuk diketahui bahwa, lima anggota polisi yang disebut pelaku penganiayaan terhadap Eduardus Fouk itu bukan anggota saya. Mereka sekitar 5 orang itu adalah Tim Buser dari Polres TTU yang diperintahkan langsung oleh Kapolres untuk menangkap para pelaku pengeroyokan salah satu anggota kami di Kota Foun pada Rabu (22/04/2020) malam.
Dan dari Polsek Biboki Anleu, tim buser Polres TTU didampingi Kanitres Polsek Biboki Anleu dan Kapolsek Biboki Utara, Iptu Marsal Ribero karena penangkapannya di Birunatun wilayah kerja Polsek Biboki Utara. Setelah di cek, infonya para pelaku melarikan diri ke Birunatun sehingga anggota menuju ke sana “, tandas Kapolsek Bian, Kris Kase kepada NTTOnlinenow.com Selasa (28/04/2020) via telpon.
Sementara dugaan salah tangkap siswa SMA Negeri 2 Atambua ini ditanggapi Kase bahwa Eduardus Fouk juga merupakan salah satu pelaku tindak kekerasan terhadap anggotanya pada Rabu malam lalu. “Ada yang melihat dia ikut melempar anggota kami. Tapi dia beralasan lagi bahwa dia tidak berada di TKP malam itu sehingga dia dijemput tim buser Polres TTU guna diambil keterangan”, aku Kase.
“Kasus itupun sudah diambil alih Polres TTU, jadi untuk mengetahu perkembangan kasusnya silahkan langsung konfirmasi ke Kasatreskrimnya saja”, sambung Kase menutup pembicaraan via telpon.
Sebelumnya diberitakan, Eduardus Fouk, asal Kofa Foun kecamatab Biboki Utara yang tercatat sebagai pelajar SMA Negeri 2 Atambua kabupaten Belu diduga jadi korban salah tangkap anggota Polisi dan dianiaya sekitar 5 orang oknum polisi melapor ke Polres TTU atas apa yang dialaminya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu lantaran sakit parah akibat penganiayaan Tim Buser Polres TTU atas dirinya.

