Warga Desa Silawan Manfaatkan Pekarangan Tanam Alpukat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain budidaya tanaman Anggur Kepala Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste melakukan terobosan baru yakni menanam pohon Alpukat.

Penanaman anakan Alpukat dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong atau tidak terpakai disekeliling rumahnya di kompleks kampung Jokowi di wilayah Timor Barat perbatasan Kabupaten Belu dan Negara bekas Propinsi ke-27 itu.

Penanaman dilakukan secara simbolis, Minggu (29/7/2018) oleh Anggota Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) didampingi Kades Silawan Ferdinandus Mones Bili yang juga pengurus INKAI Belu dihadiri Babinpol Silawan.

Kades Ferdi kepada media usai penanaman menuturkan, gerakan menanaman anakan Alpukat untuk mengajak warga masyaakat Desa Silawan agar bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong dengan menanam Alpukat.

Dikatakan, buah Alpukat merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin dimana protein dalam buah Alpukat sangat tinggi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Lebih lanjut jelas Mones, poin positif yang diambil dari menanam anakan Alpukat selain membantu ekonomi warga, hal terpenting lainnya yakni agar Desa Silawan dihiasi dengan tanaman Alpukat serta tanaman Anggur yang telah berhasil.

“Kita ingin suatu saat Desa Silawan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikenal juga dengan Desa buah-buahan,” ujar Mones.

Jelas dia, Alpukat bisa produksi selama 4 tahun. Keuntungan dari tanaman Alpukat yakni, buah dan biji memiliki harga. Untuk perawatan tanaman Alpukat sangat mudah, tidak serumit tanaman lainnya. Bahkan sangat menguntungkan, karena baik bibitnya maupun buahnya cukup mahal.

Diharapkan, dengan aksi awal ini bisa menggerakan hati warga untuk memanfaatkan lahan pekarangannya yang kosong. Apabila setelah diproduksi buah Alpukat nantinya dapat menambah penghasilan bagi warga dalam hal ini membantu ekonomi warga.