Ketua DPW PAN NTT Lantik Pengurus DPC PAN Belu
Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur, Ahmad Yohan melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) 12 Kecamatan Se-Kabupaten Belu.
Turut hadir Sekertaris DPW PAN NTT, Ketua DPD PAN Belu beserta pengurus, Ketua KPU Belu, Bawaslu Belu, kader serta simpatisan partai berlangsung di Aula Lantai II swalayan Kreatif Mart, Atambua wilayah perbatasan RI-RDTL, Senin (26/10/2026) malam.
Dalam sambutannya, Ahmad Yohan meminta pengurus dan kader PAN membangun paradigma baru dalam berpolitik dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, tidak saja aktif menjelang pemilihan umum (Pemilu) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Dia menekankan bahwa, partai politik harus hadir di tengah masyarakat setiap hari melalui kerja nyata, menyerap aspirasi, serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.
“Harapan saya, kita membangun paradigma baru berpartai. Jangan hanya aktif ketika ada Pemilu atau Pilkada, setelah itu pengurus dan kader tidak bergerak lagi. Partai harus hadir setiap hari dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ketus Ahmad.
Dia menuturkan, dinamika politik yang berujung pada konflik setelah Pemilu maupun Pilkada tidak boleh menghambat upaya bersama membangun daerah.
“Karena itu, saya gajak seluruh kader PAN untuk mengedepankan komunikasi dan kerja sama, termasuk dengan pemerintah daerah,” pinta Ahmad yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.
Dikatakan, meskipun berbeda pilihan politik atau mengalami kekalahan dalam Pilkada, kader partai harus tetap menjaga hubungan baik dan mengambil bagian dalam pembangunan.
“Berpolitik ada saatnya kita bertarung, tetapi ada saatnya juga kita duduk bersama. Yang kita perjuangkan adalah rakyat, bukan sekadar kepentingan kelompok atau partai,” ingat dia.
Ahmda juga menyoroti tantangan pembangunan di NTT, terutama keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan, serta kondisi pendidikan dan kesehatan yang masih perlu ditingkatkan.
Menurut dia, NTT memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik di sektor pertanian, peternakan, perikanan maupun kelautan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pembangunan industri agar mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ahmad juga menyebutkan, sejumlah program pengembangan industri tengah didorong di NTT, antara lain industri garam di Kabupaten Sabu Raijua dan industri udang di Kabupaten Sumba Timur.
“Tidak saja itu, PAN juga mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih serta bantuan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan,” bilang dia.
Ahmad berharap pengurus PAN Belu dapat membangun komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan memperjuangkan program bantuan yang sesuai dengan potensi daerah.
Lanjut dia, dukungan yang dapat diperjuangkan antara lain bantuan alat dan mesin pertanian, traktor roda dua dan roda empat, pembangunan irigasi tersier, serta program pemberdayaan nelayan dan masyarakat sekitar hutan.
“Kita ingin kehadiran PAN berikan makna bagi masyarakat, bukan sekadar menambah kegaduhan dalam politik. Karena itu, saya minta seluruh kader mengambil tanggung jawab untuk membangun Kabupaten Belu dan NTT,” timpal dia.
Lebih lanjut Ahmad meminta pengurus PAN Belu agar tidak hanya berfokus pada wilayah yang memiliki keterwakilan di DPRD, tetapi tetap memperhatikan masyarakat di seluruh wilayah perbatasan Belu.
“Komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui program-program pembangunan,” pesan dia.

