Warga Rote Kembali Serahkan Satu Pucuk Senpi Rakitan ke Satgas BAIS TNI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Satgas Citarum BAIS TNI kembali menerima satu pucuk senjata api rakitan laras panjang yang diserahkan secara sukarela oleh SF warga Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Penyerahan senpi tersebut berawal dari upaya pencegahan potensi konflik sosial oleh personel Satgas Citarum BAIS TNI melalui kegiatan imbauan dan pendekatan persuasif kepada warga di wilayah Pulau Rote Ndao.

Menurut Dantim Pulau Rote Ndao Satgas Citarum BAIS TNI, Serma Hardian, kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya diperoleh informasi di lapangan terkait adanya dugaan kepemilikan atau keberadaan senjata api rakitan di tengah warga.

Jelas dia, menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satgas Citarum melakukan pengembangan informasi serta pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dengan mengedepankan komunikasi dan pembinaan.

“Hal itu guna mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata api maupun potensi tindak pidana yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban warga khususnya daerah perbatasan Pulau Rote Ndao,” terang Hardian.

Dia menyampaikan bahwa, upaya tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah munculnya potensi tindak pidana dan konflik sosial di wilayah Pulau Rote Ndao.

“Upaya ini bertujuan mencegah potensi tindak pidana dan konflik sosial, khususnya di wilayah Pulau Rote Ndao yang merupakan Pulau Terluar dan daerah perbatasan,” sebut Hardian.

Hardian berharap, melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta mendorong penyelesaian setiap potensi permasalahan secara persuasif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Diketahui, Pulau Rote Ndao merupakan pulau terluar paling selatan Indonesia yang berbatasan laut dengan Negara tetangga Australia. Senjata api rakitan di Rote Ndao berakar dari sejarah peperangan tradisional antar nusak (wilayah persekutuan adat) yang mana berkaitan dengan hal itu, diperkirakan masih banyak warga yang memiliki dan menyimpan senpi rakitan, namun tidak diserahkan kepada aparat keamanan kemungkinan dengan alasan takut akan menjadi persoalan atau permasalahan yang berkelanjutan.