Bintang Timur Atambua Serahkan Piala dengan Pesan Moral: Juara Sejati Adalah Mereka yang Tak Pernah Menyerah Demi Daerahnya
Laporan Frans watu
Ende, NTTOnlinenow.com – Ribuan warga memadati Stadion Marilonga, Ende sejak pukul 16.00 WITA untuk menyaksikan pembukaan resmi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Tahun 2025. Suasana semarak terpancar dari setiap sudut stadion, diiringi sorakan penonton yang antusias menikmati penampilan Tari Kolosal, lagu daerah, dan atraksi budaya khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara laga pembuka antara tuan rumah Perse Ende vs Citra Bakti Ngada baru dilangsungkan paga pukul 21.00 WITA.
Para pengisi acara, yang sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa Kabupaten Ende, tampil memukau dengan koreografi enerjik berpadu irama musik tradisional. Gerak lincah para penari dan gemuruh tepuk tangan penonton menciptakan suasana hangat di tengah dinginnya malam di Stadion Marilonga.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, bersama sejumlah tamu kehormatan seperti Anggota DPD RI Angelis Wake Kako, para bupati dan wakil bupati dari berbagai kabupaten di NTT, Ketua Asprov PSSI NTT Christ Mboeik, serta pejabat Forkopimda.
Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Piter Mithe menjelaskan bahwa ETMC XXXIV tahun ini mengusung tema “Sport and Culture”, yang menegaskan peran olahraga sebagai sarana pembinaan, persaudaraan, dan pemersatu masyarakat NTT.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda dan mempererat tali persaudaraan antar daerah,” ujar Piter Mithe.
Turnamen yang juga dikenal sebagai Piala Gubernur NTT ini diikuti 28 tim peserta dari seluruh NTT dan akan berlangsung hingga 5 Desember 2025.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI NTT, Christ Mboeik, dalam sambutannya menegaskan bahwa sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk mempersatukan masyarakat.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi bagian dari kehidupan sosial masyarakat NTT. Melalui ETMC, kita memperkuat semangat sportivitas dan kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kerja keras Asprov PSSI NTT dan Pemerintah Kabupaten Ende yang sukses menyiapkan acara pembukaan dengan sangat meriah.
“Setiap tahun, sepak bola membawa semangat dan kebersamaan bagi masyarakat NTT. Mari jadikan momentum ini sebagai energi bersama untuk membangun daerah,” ujar Gubernur.
Melkiades juga mengingatkan tentang tantangan besar yang menanti NTT pada tahun 2028, saat provinsi ini bersama NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kita harus menyiapkan sarana dan stadion yang representatif. Mari bersatu, bergotong royong, dan bersama membangun NTT,” tambahnya.
Malam pembukaan ditutup dengan prosesi penyerahan Piala Bergilir ETMC dari Manajer Bintang Timur Atambua (BeTA) FC, Fhito Francis, selaku juara bertahan, kepada Gubernur NTT untuk kemudian diserahkan kepada panitia penyelenggara ETMC 2025 di Ende.
Dalam momen penuh makna tersebut, Fhito Francis yang didampingi perwakilan diaspora Belu dalam balutan busana adat menyampaikan pesan moral yang menggugah:
“Hari ini kami bukan sekadar menyerahkan piala, tetapi menyerahkan kebanggaan dan kehormatan NTT. Tahun lalu, BeTA mengangkat piala ini dengan kerja keras, air mata perjuangan, dan doa rakyat Belu. Piala ini bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bukti bahwa anak Belu dan anak NTT bisa berdiri gagah di hadapan siapa pun.”
Ia pun menyerukan semangat juang kepada seluruh tim peserta, “Bertarunglah dengan hati, dengan jiwa, dengan kebanggaan untuk tanah ini! Juara sejati bukan yang hanya mengangkat piala, tetapi mereka yang tidak pernah menyerah demi nama daerahnya. Hidup sepak bola Nusa Tenggara Timur! Hidup ETMC!”
Seruan moral dari manajer tim juara bertahan itu disambut aplaus meriah ribuan penonton di Stadion Marilonga. BeTA FC, yang menjadi juara pada ETMC 2024 di Kupang, kembali hadir di Ende dengan tekad mempertahankan gelar juara.
“Kami datang bukan hanya sebagai peserta,tetapi dengan tekad untuk membawa pulang kembali Piala ETMC ke Rai Belu,” tegas Fhito yang didampingi Direktur BeTA Bajawa Rudi Wogo, tim pelatih Ovik Loimau, Nover Ndoen, serta staf pendukung Saleh Sagran, Roy Wato, Ricky Nakmanas, Yalo Vinsensius, dan Media Officer BeTA Frans Watu.

