Kabupaten Belu Tuan Rumah Studi Lapangan PKA XVI BPSDM NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Belu dari empat Organisasi Perangkat Daerah menjadi lokasi pelaksanaan studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI tahun 2024.

Kegiatan difasilitasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTT berlangsung di gedung Betelalenok Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (14/5/2025).

Pelaksanaan studi lapangan
yang difasilitator dari BPSDM Provinsi NTT, Nurul Khasanah dan Agnes Bau bertujuan memberikan solusi strategis berbasis evidence-based policy untuk meningkatkan kinerja organisasi perangkat daerah.

Di Dinas Kominfo, Kelompok 2 PKA XVI memfokuskan studi pada upaya peningkatan Nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala Perangkat Daerah.

Melalui pendekatan problem solving dan advokasi kolaboratif, Kelompok 2 menawarkan solusi inovatif berupa sebuah dashboard pemantauan kinerja SPBE bernama SIPANTER (Sistem Pemantauan Terintegrasi SPBE).

SIPANTER dirancang sebagai alat bantu yang memuat fitur-fitur strategis seperti :
• Monitoring dan evaluasi indikator SPBE secara real-time lintas-OPD
• Ruang coaching digital lintas Kabupaten yang melibatkan :
Dinas Kominfo KISP Kabupaten Rote Ndao (penguatan indikator SPBE), Dinas Kominfo Kabupaten Sikka (penguatan Jaringan Intra Pemerintah/JIP).

Selain jadi, jadi pusat informasi digitalisasi serta peta jalan penyusunan dokumen arsitektur dan rencana SPBE inovasi ini tidak hanya memperkuat aspek teknis SPBE, tetapi juga membuka ruang belajar antarwilayah untuk mempercepat kapasitas SDM dan kolaborasi antar daerah.

Kepala BPSDM Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat menuturkan, peserta PKA bukan hanya dilatih menjadi pemimpin birokrasi, tetapi juga menjadi pemecah masalah nyata.

“STULA ini membuktikan bahwa sinergi antardaerah bisa mendorong transformasi pemerintahan digital yang lebih inklusif dan adaptif,” ujar dia.

Studi Lapangan PKA XVI di Kabupaten Belu juga mencakup tiga lokasi OPD lainnya : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Inspektorat, dan Bagian Hukum. Seluruh kelompok menyampaikan rekomendasi dan inovasi berdasarkan diagnosis kinerja serta pendekatan sistematis.

“Tindak lanjut untuk aksi perubahan SIPANTER telah dimulai melalui fasilitasi tahap 1 dan 2 serta coaching awal, dan akan dilanjutkan ke tahap implementasi bersama lintas stakeholder,” terang Laiskodat.

Lanjut dia, kegiatan ini bukan hanya memperkuat Indeks SPBE Kabupaten Belu, tetapi juga menjadi momentum berharga untuk mempererat kerja sama lintas pemerintah daerah di NTT dalam semangat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu, Fredrikus L. Bere Mau memberikan apresiasi atas gagasan yang ditawarkan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator.

Dikatakan, inovasi SIPANTER menjawab kebutuhan para peserta akan sistem pemantauan SPBE yang lebih akurat dan terintegrasi. Kehadiran coaching lintas Kabupaten juga memperkuat semangat kolaboratif yang sangat kami butuhkan dalam digitalisasi pelayanan publik.

Diketahui, peserta dan kolaborasi lintas daerah kelompok 2 terdiri dari sembilan peserta lintas Kabupaten dan sektor antara lain : Dinas Sosial Kota Kupang, BKA Kabupaten Sabu Raijua, BKA Kabupaten TTS, Bapelitbangda Kabupaten Rote Ndao, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Bagian Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sikka, Dinas PMPTSP Kabupaten TTS, Dinas Koperindag Kabupaten Sabu Raijua.