Hendak Diselundupkan ke Timor Leste, 4 Unit SPM Digagalkan Satgas Yonif 741/GN

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonif 741/GN berhasil menggagalkan penyelundupan 4 unit sepeda motor yang hendak diselundupkan ke negara tetangga Timor Leste.

Adapun, dari 4 unit sepeda motor yakni, 2 unit motor jenis Honda Beat dan 1 unit motor jenis Suzuki Satria F 150 diamankan oleh prajurit TNI Pos Haslot Satgas Yonif 741/GN. Sementara 1 unit motor Honda Scoopy diamankan prajurit Pos Fatuha, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka.

Dalam press releasenya, Kamis (6/3/2025) Dansatgas Yonif 741/GN, Letkol Inf. Gafur Thalib menuturkan, kejadian berawal dari 2 personil Pos Haslot Pratu Devan dan Pratu Irfan Riyadi yang melaksanakan Pembinaan fisik mandiri (jogging) di sekitaran wilayah Pos.

Kemudian terlihat 2 unit sepeda motor dengan posisi tertidur di semak-semak, setelah dilaksanakan pengecekan terdapat 2 unit sepeda motor dengan lubang knalpot disumbat kayu, diantaranya 1 Unit Jenis Honda Beat dengan posisi kunci masih terpasang di motor dan 1 Unit Jenis Suzuki Satria F 150.

Penemuan tersebut kemudian diamankan ke Pos Haslot. Malam harinya Danpos memerintahkan Wadanpos Haslot untuk kembali ke lokasi guna mencatat koordinat penemuan motor tersebut dan sesampainya di lokasi kembali menemukan 1 Unit sepeda motor Jenis Honda Beat di semak-semak dan diamankan ke Pos Haslot.

Sementara itu, jelas Gafur untuk 1 unit sepeda motor jenis Honda Scoopy berhasil gagalkan prajurit TNI Pos Fatuha. Penggagalan berawal dari kecurigaan Danpos Fatuha Lettu Inf. I Made Sumerta Adi terhadap jejak ban sepeda motor disekitaran patok BSP yang mengarah ke Timor Leste.

“Danpos mencurigakan bahwa jalur tersebut menjadi akses jual beli sepeda motor ilegal sehingga berencana melaksanakan penggagalan di jalur tersebut,” terang dia.

Lanjut Gafur, dengan komitmen untuk mencegah upaya penyelundupan di tapal batas RI-RDTL, Setelah melaporkan kepada Dan SSK III dan melalui perencanaan matang kemudian Danpos bersama anggotanya masuk ke lokasi dan menempatkan kedudukan personel untuk melaksanakan Ambush sesuai dengan tugas masing-masing.

“Hingga malam hari terlihat cahaya sepeda motor yang akan melintas ke Timor-Leste dengan jarak kurang lebih 200 meter. Sempat dilaksanakan pengejaran oleh anggota Pos Fafuha namun pelaku melihat dan ketakutan sehingga membuang motor lalu melarikan diri ke arah Timor Leste sehingga pengejaran dihentikan, 1 unit sepeda motor jenis Honda Scoopy telah diamankan dan diserahkan ke Mako Satgas untuk ditindaklanjuti,” sebut dia.

Gafur memberikan apresiasi atas keberhasilan pengagalan upaya penyelundupan di daerah perbatasan. Dihimbau tetap laksanakan patroli/ambush pada jalur-jalur ilegal, kita terus tingkatkan kewaspadaan dengan tetap berpedoman pada SOP dan aturan yang berlaku, setiap upaya penyelundupan di wilayah perbatasan akan tetap kita tindak tegas.

“Tugas kita masih tetap berlaku sesuai perintah Komando Atas dalam menjaga perbatasan, terus laksanakan patroli/ambush pada jalur-jalur ilegal dengan tetap mengutamakan faktor keamanan. Setiap kegiatan ilegal yang bertentangan dengan aturan
akan kita tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkas dia.

Untuk diketahui, saat ini 4 barang bukti sepeda motor tersebut telah diamankan di Mako Satgas RI-RDTL di Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.