Jonas Salean Mengaku Masih Ada Kampanye Hitam Untuk Menjatuhkan Dirinya

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Calon Wali Kota Kupang, dan Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengaku bahwa masih ada kampanye hitam yang dilakukan para pesaing politik untuk menjatuhkan dirinya dimasa kampanye menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang saat ini.

“Saya masih sering mendapat kabar bahwa ada kampanye hitam yang selalu disampaikan oleh oknum-oknum tertentu pada masa kampanye saat ini untuk menjelekan saya,” kata Jonas Salean saat dilakukan Dialog dan Tatap Muka bersama warga di Kelurahan Pasir Panjang, kamis (17/10/24). Hadir dalam Dialog dan Tatap Muka tersebut, Calon Wakil Wali Kota, Sukardan Alosius, Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Golkar, Tellendmark Daud, Randy Daud, Anggota DPRD dari Fraksi Hanura, Mokrianus Lai, Ketua DPC Hanura Kota Kupang, Melkianus Balle, Sekertaris DPC Hanura, Erwin Gah, bersama ratusan masyarakat dan simpatisan.

Menurutnya, kampanye yang sering dilakukan adalah dengan menyebut dirinya akan ditangkap dan di Penjara pasca pemilihan umum kepala daerah (Pilkada), karena kasus hukum yang terselesaikan. Para pemfitnah juga menyebut bahwa dirinya sengaja belum ditangkap karena para Aparat Penegak Hukum (APH) masih menunggu selesainya gelaran pilkada.

“Saya heran isu itu masih disebarkan padahal kasus yang diisukan sudah selesai dan putusanya berkekuatan hukum tetap (incrahct),” kata Jonas.

Selain itu kata Jonas, dirinya juga diisukan menderita penyakit tertentu sampai tanganya sering gemeteran, bahkan ada video yang sudah diedit dengan kondisi tangannya yang gemetaran dan sudah disebarkan kepada masyarakat.

“Video itu memang sudah diedit dan disebarkan. Coba bapa-bapa, mama-mama dan basaudara semua lihat kondisi saya saat ini apakah sama dengan video editan yang sudah disebarkan. Kondisi saya sampai saat ini masih baik dan sehat,” kata Jonas.

Oleh karena itu, kata Jonas, dirinya meminta masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang disebarkan, sebab apa yang dilakukan oknum-oknum itu hanya ingin merusak nama baik dirinya demi keuntungan mereka.

“Kita tahu bahwa isu-isu miring disebarkan hanya untuk menjatuhkan kami, dan saya minta masyarakat jangan gampang percaya dan mesti cek kebenarannya terlebih dahulu,” kata Jonas.(ND)