Semarak malam Takbiran Sambut Hari Raya Idul Fitri di Perbatasan Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com-Ribuan umat Muslim di Kota Atambua Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL antusias mengikuti pawai obor dan takbiran keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Selasa malam (9/4/2024).
Pantauan media, kegiatan tersebut diawali dengan pemukulan beduk masjid dan menyalahkan obor oleh Bupati Belu didampingi Wakil Bupati, Ketua MUI Belu serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan titik star dari Masjid Al-Mujahidin Atambua.
Kegiatan malam takbiran merayakan kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa dilakukan dengan berjalan kaki tanpa membawa obor serta kendaraan (pawai) mengelilingi kota Atambua.
Pawai obor dan malam takbiran tersebut dikawal ketat oleh pihak Kepolisian, TNI, Satuan Pol PP serta panitia penyelenggara baik di Masjid Raya Al-Mujahidin maupun persimpangan rute pawai malam takbiran.
Ketua MUI Belu, Haji Abdullah Belajam menyampaikan, malam takbiran yang dilakukan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atau malam kemenangan yang mana selama 30 hari umat muslim telah mengikuti masa puasa.
“Ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur kami selama 30 hari berpuasa. Semoga ini akan kami implementasi dalam kehidupan kami sehari-sehari,” ujar dia.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan antar sesama agar di daerah perbatasan tetap aman dan damai sehingga bisa menjadi tolak ukur bagi daerah lainnnya dalam merawat keberagaman antar sesama.
Kesempatan itu, Bupati Belu, Agus Taolin dalam kesempatan itu mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim dan berharap terus menjaga keberagaman beragama demi keamanan dan keutuhan bangsa dan negara.
Lebih lanjut dia mengajak seluruh umat Muslim sebagai umat beragama harus saling menjaga toleransi dan kerukunan di wilayah perbatasan Belu.
Sementara sejumlah peserta pawai menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan malam takbiran tersebut.
Diharapkan agar semangat kebersamaan dan kerukunan umat beragama tetap terjaga di Kabupaten Belu serta seluruh wilayah Indonesia.
Semoga semangat persaudaraan dan toleransi antar umat beragama terus berkembang dan menjadi kekuatan bagi masyarakat kita, khususnya di Kabupaten Belu.
“Melalui kegiatan seperti pawai obor ini, kami dapat merasakan kehangatan dan kebersamaan dalam merayakan hari yang fitri,” ungkap Deni salah seorang umat Muslim.

