Mengaku Khilaf, Kanitres Biboki Selatan Minta Maaf dan Berdamai Adat Dengan Herman Keke Korban Dugaan Pemerasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kanitres Polsek Biboki Selatan (Bisel), Aipda Andreas Lou yang diduga melakukan upaya tindak pemerasan terhadap salah satu warga Sipil, Herman Keke akhirnya meminta maaf dan berdamai.

Saling membuka isi hati, saling memaafkan dan berdamai secara adat terjadi di rumah Herman Keke di Desa Keun, Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis 5 Oktober 2023 siang.

Herman Keke yang dihubungi wartawan, Kamis sore membenarkan perdamaian tersebut.

“Iya betul, pak Andreas Lou dan beberapa anggota Polsek Biboki Selatan sudah datang bertemu saya. Dalam kasus itu, kami sudah saling memaafkan. Begitupun sebaliknya, terlepas dari jabatan pak Andreas Lou, diantara kami juga masih ada hubungan keluarga”, ungkap Herman Keke.

Ia juga mengatakan tidak mau ada masalah, mau bekerja dengan tenang sehingga bersedia berdamai. Ia juga bersyukur dan terharu pihak Kepolisian Sektor Biboki Selatan dengan rendah hati datang ke rumahnya, meminta maaf.

Proses perdamaian yang berlangsung antara Aipda Andreas Lou dan Herman Keke, disaksikan beberapa anggota Polsek Bisel. Tanpa ada penekanan dari pihak manapun keduanya berdamai.

Aipda Andreas Lou turut mengungkap niatnya berdamai dengan hati yang tulus.

“Disini selain saya, ada anggota lainnya juga dari Polsek Bisel. Tidak ada penekanan dari siapapun, saya ingin berdamai. Berdamai dari hati yang tulus dan kita semua menjadi saksi atas perdamaian tulus ini”, ungkap Andreas Lou.

Diketahui sebelumnya, Aipda Andreas Lou selaku Kanitres Bisel diduga melakukan upaya pemerasan terhadap Herman Keke, warga Desa Keun Kecamatan Insana.

Upaya pemerasan terkait perkara pencurian ternak sapi di wilayah Hukum Polsek Biboki. Secara fisik, uang sejumlah Rp8 juta yang diminta, hingga turun nilainya menjadi Rp5 juta belum diterima Aipda Andreas Lou. Baru taraf lobi melobi minta bertemu. Dengan tujuan agar setelah uang dengan jumlah yang diminta diterima, Herman Keke diamankan dari perkara pencurian ternak sapi. (Rekaman video percakapan upaya pemerasan telpon : arsip redaksi).

Namun Herman Keke tidak mempunyai uang sebanyak itu bahkan merasa tidak terlibat sedikitpun dalam perkara pencurian dimaksud sehingga tidak bersedia menyiapkan uang untuk diserahkan.

Isu upaya pemerasan itu pun diketahui dan dikonfirmasi wartawan dan diakui Herman Keke.

Namun setelah diberitakan, Herman Keke dijemput anggota Polsek Bisel dan dibawa ke Polsek Bisel untuk diambil keterangan. Dalam pemeriksaan terhadap dirinya, tidak didapati keterlibatannya dalam perkara pencurian ternak sapi dan Herman juga belum sempat menyerahkan uang sesuai yang diminta Kanitres Polsek Besil lantaran merasantidak terlibat dalam perkara pencurian ternak sapi.

Foto : Herman Keke, korban upaya pemerasan bersama diduga pelaku pemerasan, Kanitres Polsek Biboki Selatan, Aipda Andreas Lou berdamai.