Imigrasi Atambua Gelar Pelayanan PLB Simptik Secara Gratis Bagi Warga TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua gelar pelayanan Pas Lintas Batas (PLB) Simpatik bagi warga Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) perbatasan RI-RDTL, Jumat (1/9/2023).

Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dan arahan dari Kakanwil Kemenkumham NTT, Merciana Dominika Jone terpusat di PLBN Wini berbatasan langsung dengan Distric Oecusse, Timor Leste wujud Imigrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung yang berdomisili di garis perbatasan dua negara.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Atambua, K. A Halim masyarakat sangat antusias dengan hadirnya layanan PLB Simpatik. Terbukti dengan banyaknya pemohon PLB yang datang. “Masyarakat juga merasa terbantu dengan adanya kegiatan layanan yang berlokasi di PLBN Wini, karena mereka tidak perlu datang dengan jarak yang cukup jauh ke Kantor Imigrasi di Atambua,” ujar dia.

Dalam pelayanan PLB Simpatik warga yang mendapatkan manfaat layanan sebanyak 200 orang pemohon PLB, sesuai dengan data yang diberikan oleh Manager FC Wini juga diketahui juga Kades Humusu dan atas persetujuan dari Camat Insana Utara melalui Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili Distrik Oecusse untuk mengikuti kegiatan di Oecusse pada tanggal 9 hingga 12 September mendatang.

Jelas Halim, tujuan kegiatan PLB Simpatik yang dilaksanakan selama dua hari ini untuk mendekatkan PLB kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Pos Lintas Batas Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara.

“Kegiatan layanan ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya persaudaraan, memperkuat kerjasama bilateral, serta memperdalam pemahaman dan penghargaan antara masyarakat Indonesia dan Timor Leste khususnya masyarakat Insana Utara dan masyarakat Oecusse,” ucap dia.

Dikatakan, kegiatan ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Tim Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI yang turut hadir di PLBN Wini untuk melihat secara langsung inovasi pelayanan publik PLB Simpatik serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan lancer, baik secara prosedur maupun secara kesisteman.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perbatasan Indonesia-Timor Leste bukan hanya garis pembatas geografis, tetapi juga merupakan tempat di mana peluang, pengalaman, dan persahabatan dapat tumbuh dan berkembang,” ungkap Halim.

Lanjut dia, kegiatan PLB Simpatik telah menjadi katalisator penting dalam mengubah pandangan ini, menjadikan perbatasan sebagai titik pertemuan antara berbagai budaya, olahraga, dan agama. Hal tersebut dapat memberikan peluang bagi warga Kecamatan Insana Utara untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang belum pernah terlaksana sebelumnya, menciptakan peluang bagi pertukaran budaya dan membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat di Timor Leste khususnya di Distric Oecusse.

Kegiatan layanan PLB Simpatik adalah langkah positif dalam memperkuat hubungan antara negara-negara tetangga dan memberikan peluang berharga bagi masyarakat perbatasan. Salah satu manfaat langsung dari kegiatan layanan PLB Simpatik yaitu menjadi salah satu bentuk hadirnya negara.

“Hadirnya Imigrasi Atambua memberikan kesempatan kepada masyarakat di wilayah sekitar perbatasan untuk mengikuti berbagai kegiatan, termasuk pertandingan olahraga dan keagamaan, seperti pertandingan sepak bola, volley, futsal, dan koor di gereja,” kata Halim.

Masih menurut Kanim Atambua, pelayanan Penerbitan PLB Simpatik di PLBN Wini adalah contoh nyata bagaimana pelayanan publik dapat memainkan peranan penting dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat khususnya terkait pergerakan lintas batas antar negara dan memperkuat hubungan antara negara-negara tetangga.

“Bagi masyarakat Kecamatan Insana Utara, program ini bukan hanya tentang dokumen perjalanan yang harus dimiliki; kegiatan ini adalah tentang peluang, pertumbuhan ekonomi, dan persahabatan di sepanjang perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan memanfaatkan setiap potensi yang ada,” pungkas Halim.