Kelompok Tani Desa Umaklaran Panen Perdana Terong Sistem Pertanian Cerdas Iklim

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Petani komoditi di dusun Leolaran, Sirani, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL panen perdana terong gunakan sistem pertanian cerdas iklim.

Metode bertani dengan pola gali lubang serta memakai pupuk organik program INCIDENT Yayasan Cis Timor Indonesia dan CRS sukses dikembangkan kelompok Rindu Sejahtera Desa Umaklaran di berbagai tanaman komoditi yang sementara dibudidaya para petani.

Deonato Moreira selaku Field Officer Cis Timor Indonesia untuk Desa Umaklaran mengatakan, program INCIDENT ini suatu program untuk mendukung pertanian cerdas iklim. Sebab metode atau sistem yang kita pakai ini berlaku di semua iklim.

Dijelaskan, dari program ini yang kita inginkan agar warga mengetahui di program ini adalah bagaimana semua komponen itu menggunakan organik hingga penyiraman hama juga organik.

“Kami dari Cis Timor dan mitra kerja CSR Indonesia didanai USAID berikan pelatihan bagi kelompok Rindu Sejahtera Desa Umaklaran pada bulan Maret lalu. Mulai dari pelatihan pupuk kompos, pola gali lubang, pengendalian hama dan sistem penyiraman,” terang Moreira usai panen perdana terong bersama PPL, Babinsa dan petani, Selasa (22/8/2023).

Dikatakan, program ini meniti beratkan kepada bagaimana pola pengetahuan, ilmu metode gali lubang agar diketahui warga petani di setiap wilayah perbatasan Belu. Selain itu, warga tidak perlu gunakan traktor untuk olah lahan, cukup memakai alat pelubang.

Akui dia, untuk tanahnya dibor memakai mesin sederhana dengan ukuran lubangnya 40×40. Selain itu, kita juga memproduksi pupuk tiga ton untuk 994 lubang yang dibuat. Dimana terbagi dalam empat petak, satu petak terong, satu petak lombok dan dua petak jagung.

“Jadi, yang harus dilihat warga adalah bagaimana tahu pertanian iklim dengan pola gali lubang. Keunggulan lainnya lubang bisa bertahan empat tahun dan masuk tahun keempat baru kita perbaharui dengan masukan pupuk baru,” ungkap dia.

“Cukup dua bulan delapan hari setelah panen, kita tidak harus olah lahannya lagi. Kita cukup tanam kembali bibit yang kita inginkan di lubang bor karena kandungan humusnya masih tersedia,” sambung Moreira.

Masih menurut dia, program INCIDENT ini akan selesai 2024 dan ini progresnya cukup bagus di lima Desa binaan kita. Dengan program ini kita berharap warga mereplikasi metode tanam yang telah dikembangkan warga.

“Program ini sebagai percontohan dan uji coba pola pertanian dengan metode gali lubang. Nantinya, hasil panen bersama ini akan diatur oleh kelompok Rindu Sejahtera,” ungkap Moreira.

Sementara itu, Orlando selaku Ketua Kelompok Rindu Sejahtera menyampaikan, program INCIDENT sangat sederhana dan hasil budidaya terong, lombok serta jagung memuaskan para petani.

“Awalnya, kami ikut pelatihan pupuk kompos dengan metode gali lubang, memasukan pupuk kemudian menanam dan selanjutnya penyiraman hingga panen hari ini hasilnya memuaskan,” ucap dia.

Akui Orlando, program ini mempunyai manfaat yang luar biasa dan kami petani merasakan itu. Sebab, kegiatan ini tidak terlalu membuang anggaran, kami petani cukup menggunakan pupuk organik yang diolah sendiri.

“Kami mulai tanam bibitnya sejak 14 Juni lalu. Kami puas, karena sistem pertanian cerdas iklim dengan pola gali lubang ini sukses dan kedepan kami terus gunakan metode ini. Terima kasih untuk Cis Timor, CRS atas programnya, PPL serta Babinkamtibmas dan Babinsa yang selalu dampingi kami,” pungkas Orlando.