Perdana di Belu, Intervensi Desa Leosama Gunakan Dana Desa Sosialisasi HIV-AIDS
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu menggelar sosialisasi HIV dan AIDS di Kantor Desa Leosama wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Senin (18/4/2023).
Kegiatan digelar Pemerintah Desa Leosama bekerjasama dengan Warga Peduli AIDS (WPA) desa setempat ini gunakan Dana Desa dengan mendatangkan ODHIV untuk testimoni dan fasilitator dari CD Bethesda Yakkum.
Koordinator CD Bethesda area Belu, Yosafat Ician mengapresiasi kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS karena menggunakan dana yang bersumber dari Dana Desa dengan sasaran kaum muda di Desa. Tidak banyak desa yang mengalokasikan dananya untuk isu HIV dan AIDS.
“Komitmen Kepala Desa Leosama dan jajarannya patut diapresiasi dan didukung. Tidak hanya mengalokasikan dana untuk isu HIV dan AIDS tetapi juga sebelumnya mendukung WPA dengan menerbitkan SK Kepala Desa untuk mereka (WPA) sehingga bisa bekerja optimal mencegah HIV dan AIDS serta mendukung ODHA,” ujar dia usai kegiatan.
Diutarakan, salah satu output kegiatan tersebut adalah terbentuknya
Forum Peduli Kesehatan Desa Leosama. Forum yang beranggotakan kaum muda bertujuan untuk melakukan kerja-kerja pencegahan (penyakit) di bidang kesehatan . Salah satunya pencegahan HIV dan AIDS serta memberi dukungan bagi Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).
“CD Bethesda Yakkum bersama Kepala Desa dan jajarannya akan mendukung kerja-kerja forum tersebut,” kata Ician.
Dikatakan, CD Bethesda akan mendukung forum tersebut serta meningkatkan kapasitas para anak muda yang tergabung di dalamnya untuk aktif memberikan informasi HIV dan AIDS serta mendukung warga yang sudah HIV dan AIDS menuju Indonesia bebas AIDS tahun 2030.
“Tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada orang meninggal karena AIDS, tidak ada stigma dan diskriminasi. Ke depan, akan ada pertemuan bersama, di luar pertemuan rutin tiga bulanan, untuk membahas keberadaan forum serta kegiatan HIV dan AIDS,” ungkap Ician.
Sementara itu, Kepala Desa Leosama Arkadeus Moruk menuturkan, pihaknya menggunakan dana desa tahun 2023 untuk pertama kalinya dalam pencegahan HIV dan AIDS. Di tahun lalu ada dana tetapi tidak disertakan juga dana hanya sifatnya sosialisasi umum saja dan kapan saja.
“Kemudian pada moment yang kategori lebih umum, dan telah menghasilkan Komunitas Warga Peduli AIDS/WPA dan di SK kan tetapi kali ini saya coba lebih mengerucut kepada orang muda yang belum semuanya paham dan melihat secara langsung bahaya dari pada firus ini,” ujar dia.
Sehingga lanjut Moruk pada pertemuan tadi Pemdes, bersama WPA dan Yakum mencoba membuat suatu forum Grup Diskusi khusus kode mereka, hasilnya orang muda mendengar, mengetahui dan melihat secara langsung bahayanya, baik melalui materi, film pendek dokumenter dengan hasilnya terbentuklah satu Komunitas muda yang peduli tentang bahaya penyakit manular pada umumnya dan HIV AIDS pada khusunya.
“Output yang kita harapkan adalah bahwa komunitas tersebut bisa membekcup WPA dan Pemerintah Desa untuk bertindak lebih cepat untuk segala penyakit manular,” pungkas Moruk.
Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri peserta kaum muda yang berjumlah 30 orang. Hadir pula WPA Desa Leosma serta salah satu ODHIV yang juga pengurus KDS Moris Foun Belu untuk memberikan testimoni.

