Kunker ke Belu, Gubernur NTT Panen Perdana Jagung Program TJPS di Desa Renrua

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan panen perdana jagung hasil dari Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu, Kamis (13/4/2023).

Jagung hasil TJPS yang dipanen secara simbolis diatas lahan kurang lebih dua hektare adalah hasil pengelolaan Kelompok Tani Tasesu di Kecamatan Raimanuk wilayah Belu perbatasan RI-RDTL.

Turut dampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalam panen simbolis jagung program TJPS itu, Bupati Belu Agustinus Taolin, Wabup Belu Aloysius Haleserens serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Lecky Frederich Koli serta pimpinan OPD dan Forkopimda Belu.

Selesai panen simbolis dilanjutkan dengan penandaan hewan ternak yang ditandai pemberian tindik pada ternak sapi kelompok tani desa setempat oleh Gubernur NTT bersama Bupati dan Wabup Belu. Kemudian melakukan
dialog bersama masyarakat di aula Kantor Desa.

Mantan Kepala Desa Renrua, Erwin Bau selaku pengelola kelompok Tasesu dalam dialog bersama memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT atas program pemberdayaan masyarakat melalui program TJPS pola kemitraan bersama pemerintah dan pihak perbankan.

“Mimpi kami terjawab, hari Bapak Gubernur NTT Viktor Laiskodat kunjungi Desa Renrua dan melakukan panen jagung TJPS. Ini menjadi kebanggaan kami warga Renrua,” ujar dia.

Menurut Erwin, pengelolaan lahan pertanian terkait program TJPS masih menggunakan sistem manual oleh kelompok tani. Namun, hasilnya hasilnya sangat bermanfaat untuk masyarakat kelompok tani di Desa Renrua.

“Terkait dengan pertanian kami sistem manual mulai dari buka lahan hingga menanamnya. Karena itu, kami petani meminta bantuan peralatan pertanian untuk olah lahan tidur lainnya sehingga bisa ditanami jagung dan tanaman holtikultura lainnya,” pinta dia.

Lebih lanjut Mantan Kades itu meminta kepada Pemerintah Provinsi agar memperhatikan sekaligus memperbaiki infrastruktur jalan dalam Desa Renrua. Selain itu juga memperhatikan dua Dusun yang masih gelap hingga kini, yang mana telah diusulkan sebelumnya namun belum terealisasi.

“Kami harap diperbaiki kondis jalan, demi kelancaran proses panen dan penjualan hasil pertaniannya ke kota dan dua dusun bisa dusun dipasang listrik,” pinta Erwin.

Menyikapi itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat melalui Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Lecky Frederich Koli menyampaikan topografi Desa Renrua daerah potensi dan solusinya sangat cocok untuk menanam kelor. “Kebetulan kita kerjasama dengan Kodim 1605/Belu untuk pengembangan kelor dan target kita tahun ini 20 ribu ton kelor.

Karena itu, kepada mantan Desa Renrua selaku penanggung jawab kelompok tani selesai kegiatan ini segera berkordinasi dengan Kodim Belu dan Bank NTT Cabang Atambua untuk survey lokasi pengembangan kelor,” kata Koli.

Sementara itu jawaban Pemprov terkait permintaan infrastruktur jalan dalam Desa Renrua akan diintervensi ke jalan usaha tani.

Penjabat Desa Renrua, Benediktus A. Mau tambahkan, hasil panen jagung program TJPS yang ditanami kelompok tani Tasesu sejak akhir Desember 2022 lalu sangat memuaskan masyarakat Renrua khususnya kelompok tani serta pendamping yang sangat kompak.

“Melalui program bisa memotivasi masyarakat untuk bertani. Kedepan manfaatkan lahan tidur yang ada agar diolah untuk ditanam jagung maupun jenis tanaman holtikultura lainnya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkas Mau.