Dua Oknum Anggota Polda NTT, Diduga Angkut Kayu Cendana Ilegal. Terkuak Saat Terjadi Laka Lantas
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dua anggota Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengangkut Kayu Cendana Ilegal dari Atambua Kabupaten Belu menuju ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dugaan itu baru terungkap belakangan, setelah terjadi tabrakan antara mobil Inova putih dan truk tangki air di Nenbonat Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah (TTU), pada Jumat (16/12/2022) siang.
Warga sekitar TKP mengisahkan, mobil inova putih mengalami rusak parah bagian depan, sementara mobil tangki air terbalik di tengah jalan umum dan mengakibatkan kemacetan.
Sebagian warga mengaku diusir pengendara yang berperawakan anggota yang berdiri di depan inova putih.
“Kami diusir, saat mendekati mobil inova putih. Saya dan banyak warga lain melihat jelas di dalam mobil ada banyak kayu cendana”, kata X (bukan nama sebenarnya), Rabu (28/12/2022).
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, masalah itupun tidak diproses lanjut lantaran tak ada laporan resmi dan berakhir dengan penyelesaian damai secara kekeluargaan.
Atas kesepakatan bersama, pengemudi mobil Inova putih memberi uang Rp13 juta untuk biaya service ke sopir truk tangki air dan kemudian urusan laka lantas dinyatakan selesai.

Meski demikian, sebagian warga menyayangkan permasalahan kayu Cendana diduga ilegal juga ikut dihilangkan pihak kepolisian Polsek Insana.
“Polisi tau, ada kayu cendana dalam mobil inova putih. Yang dipermasalahkan, mengapa ada barang yang patut dicurigai dilepas, tanpa ada penanganan awal. Paling tidak oknum polisi itu diinterogasi agar diketahui asal usul barang dan dokumen pendukung lainnya”, tandas warga.
Untuk diketahui, jarak antara TKP dan kantor Kepolisian Sektor Insana, hanya sekitar 500 meter.
Informasi yang berhasil dihimpun NTTOnlinenow.com, dua anggota polisi dari Polda NTT yang mengendarai inova putih bernomor Polisi DH 1800 HH, adalah Bripka K dan Bripka SL.
Sementara anggota polres Belu, yang dihubungi Bripka K dan SL kemudian mendatangi TKP dan menjemput kembali kayu cendana diduga ilegal, adalah Bripka EK.
Diduga ketiganya terlibat bisnis ilegal, diperkuat dengan adanya upaya menghilangkan barang bukti yakni kayu cendana.
Foto : Kondisi mobil Inova Putih pasca tabrakan, yang mengangkut kayu cendana diduga ilegal.

