Tak Dikerjakan, Warga Leosama Harap Pembangunan Pipanisasi TMMD ke-112 Segera Direalisasi
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pembagunan pipanisasi yang menjadi sasaran pokok program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 T.A 2021 di Desa Leosama, Kabupaten Belu tidak terealisasi.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Leosama Arkadius Moruk kepada awak media saat dikonfimasi di Kantor Desa, Jumat (15/7/2022) siang.
Menurut dia, kegiatan program TMMD ke-112 tahun lalu dibackup Kodim 1605/Belu mengerjakan pembukaan jalan penghubung dusun sepanjang 4 kilo meter dan perpipaan air dari dusun Korba’u ke dusun Halimea dan Lalori kurang lebih sejauh 4 kilo meter.
Dijelaskan, pembukaan jalan baru sangat bermanfaat bagi warga untuk pendekat jalur ketimbang sebelumnya harus memutar jauh. Selain itu manfaat akses hasil bumi dimana warga membuka ladang, juga proses kebutuhan konsumtif dalam rumah tangga dimanfaatkan dan jalan itu sangat membantu sekali.
“Pembukaan jalan baru selesai dan fisiknya 100 persen. Jalannya bermanfaat bagi warga saat ini akses jalan digunakan warga untuk bepergian dari Korba’u ke Leosama juga sebaliknya,” terang Arkadius.
Sementara untuk pembangunan jaringan perpipaan air bersih dari sumber mata air Weabat, Dusun Korba’u menuju Dusun Halimea dan Lalori Desa Leosama pada program tidak ada pengerjaannya.
“Untuk perpipaan sesuai kenyataan hasilnya seperti itu tidak dikerjakan sama sekali. Sampai sekarang tidak ada pembangunan pipa dari sumber mata air ke Leosama. Nanti bisa konfirmasi lagi dengan masyarakat sehingga menguatkan pernyataan Kades,” tambah Arkadius.
Diutarakan, proses permohonan Desa selain sasaran pokok TMMD yakni pembangunan Kapela di Korba’u dan perehapan Kapela di Halimea fisiknya 100 persen, selain itu pembangunan WC dan MCK untuk dua rumah suku dan pembangunan pagar kantor Desa.
Masih menurut dia, untuk bak penampung air yang ada telah dibangun jauh-jauh hari ada di empat titik. Sementara satu titik di sumber mata air Weabat itu bak airnya dibangun Desa bersama Yayasan Kamelin.
“Sesuai pantauan saya dan penyampaian dari masyarakat bahwa di lokasi sumber mata air tidak ada pengerjaan bak batu, tapi mereka hanya cat saja bak yang sudah ada,” ujar Arkadius.
Lanjut dia, terkait pembukaan jalan pihaknya telah menyampaikan hasilnya kepada Bupati Belu saat melakukan kunjungan kerja ke Desa bulan Mei lalu dan pak Bupati langsung melihat sendiri fisik pembukaan jalan baru tersebut.
“Kita juga usulkan ke Bupati saat kunjungan kali lalu, yang pertama minta peningkatan status jalan raya dengan pengerasan jalan dilengkapi saluran pembuangan air dan beberapa hari kedepan ada tim dari Pemda yang datang lakukan pengukuran,” ungkap Arkadius.
Senada diungkapkan beberapa warga Leosama bahwa, pengerjaan pembukaan jalan baru selesai dan dimanfaatkan warga Desa setempat. Sementara untuk pemasangan pipa menarik air bersih dari sumber mata air Weabat Korba’u ke Leosama tidak ada pengerjaan.
“Selesai kerja jalan, warga bersama aparat Kodim membersihkan sumber mata air di Webot dan mengatakan akan menarik air, akan memasang pipanya, tapi sampai sekarang tidak ada pasang pipa untuk tarik air ke dusun Halimea dan Lalori,” sebut Domi Suri saat dikonfirmasi.
Tambah Theo Lau bahwa, program pembangunan jalan sudah buka dan warga merasakan jalannya sangat bermanfaat bagi warga di Dusun Korba’u dan Leosama umumnya yang sangat membantu persingkat akses jalannya.
“Jalannya sudah buka, hanya masalahnya air saja yang waktu itu mereka janji mau tarik dari sumber Weabat ke Leosama. Itu yang kami ada tunggu-tunggu tarik pipanya tapi sampai sekarang tidak datang. Kami harap agar sambungan pipanya ditindaklanjuti karena sudah janji ke warga,” pinta dia.
Pantauan media di sumber mata air Weabat, nampak tidak ada sambungan pipa dari sumber air ke bak penampung, begitulah pipa dari bak air menuju ke dua dusun di Desa Leosama. Sementara itu pembukaan jalan sepanjang 4 kilo meter dengan lebar jalan 6 meter dan sasaran tambahan lain fisiknya 100 persen.

