Jajaran Kodim 1605/Belu Dapat Pelatihan Pengolahan Daun Kelor dari Tim Dapur Kelor NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tim dapur kelor NTT memberikan pelatihan pengolahan daun kelor bagi personil Babinsa jajaran Kodim 1605/Belu dan pengurus Persit KCK Cabang XVI Dim 1605/Belu.

Kegiatan tersebut berlangsung di
Aula Darma Andika Makodim 1605/Belu, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Selasa (28/6/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Dapur Kelor NTT yang dipimpin Dedi Krisnadi, Pasipers Kodim 1605/Belu Kapten Inf Sri Widayat, Perwakilan Bank Arta Graha kupang, Pasiter Kodim 1605/Belu Kapten Inf Alex Bessie, Danramil 1605-07/Wedomu Kapten Inf I Nyoman Suastika, Perwakilan Babinsa Kodim 1605/Belu
dan Persit KCK Cabang XVI Dim 1605.

Menurut Kapten Sri, kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan kelanjutan daripada kegiatan yang telah dilaksanakan kemarin di Koramil Wedomu yaitu kegiatan pelaksanaan pengolahan daun kelor.

Dikatakan, kelor ini merupakan program daripada pemerintah provinsi NTT dan juga sekaligus merupakan instruksi langsung dari Danrem 161/Wirasakti Kupang untuk melakukan pengolahan daun kelor dengan baik dalam rangka mengatasi permasalahan stunting di provinsi NTT.

“Oleh karena itu diharapkan kepada para anggota dan Persit agar memperhatikan dengan baik di dalam pelaksanaan penjelasan pengolahan daun kelor ini,” ujar Sri dalam sambutannya.

Sementara itu Dedi Krisnadi mengatakan, NTT ini adalah provinsi dengan status stunting dan gizi buruk tinggi dan indonesia menempati posisi nomer 5 di dunia. Sedangkan untuk mencegah stunting dan gizi buruk ini dibutuhkan biaya yang cukup tinggi dan sementara itu di NTT ini ada satu pohon yang menjadi perhatian banyak negara dan mereka sebut pohon keajaiban yaitu kelor

Masih menurut Sri, wilayah NTT ini pohon kelor tersebar di semua daerah, namun sosialisasi tentang pemanfaatan daun kelor ini masih kurang di tengah-tengah masyarakat dan masih belum memahami dengan betul pengolahan daun kelor yang baik dan benar sehingga nutrisinya tetap terjaga.

Lanjut dia, daun kelor kalau diolah dengan baik sesuai dengan standar sop kesehatan maka kandungan nutrisinya akan berlipat-lipat, misalkan untuk satu sendok serbuk teh kelor itu kandungan nutrisinya 5% sedangkan makanan yang lainnya paling tinggi nol koma persen

“Kemarin kita telah melaksanakan praktek pengolahan daun kelor untuk dikeringkan menjadi serbuk atau tepung yang akan digunakan sebagai bahan dasar makanan dan hari ini kita akan melanjutkan dengan praktek pengolahan daun serbuk kelor untuk menjadi olahan makanan dan minuman teh,” terang Sri.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi praktek pengolahan daun kelor menjadi berbagai macam olahan makanan ini dapat di konsumsi oleh keluarga dan digunakan oleh ibu-ibu untuk meningkatkan untuk menambah pendapatan keluarga. Karena untuk supply bubuk serbuk kelor akan berasal dari dapur kelor melalui setiap jajaran Koramil yang telah melakukan pengadaan mesin pengeringan daun kelor untuk menjadi serbuk.

“Dari proses pengolahan pengeringan daun kelor yang dihasilkan oleh setiap jajaran Koramil itu akan diserap oleh dapur kelor dan oleh dapur kelor akan diolah untuk menjadi serbuk atau pun bahan dasar olahan makanan lainnya,” ujar Sri.

Diketahui pengolahan daun kelor ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah provinsi NTT dan juga oleh TNI AD sehingga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga sekaligus memperbaiki serta meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri.

“Nantinya dari Koramil akan membeli daun kelor yang ditanam oleh masyarakat, otomatis akan menambah penghasilan dari masyarakat itu sendiri, karna setiap hari minimal dibutuhkan 30 Kg daun kelor basah,” sebut mantan Danramil Haekesak itu.

Kegiatan pengolahan daun kelor ini merupakan instruksi daripada Korem 161 dalam rangka membantu pemerintah provinsi NTT untuk mengurangi angka stunting maupun gizi buruk yang terjadi di provinsi NTT melalui daun kelor.

“Karena daun kelor Ini menghasilkan dua keuntungan yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga kesehatan masyarakat,” pungkas Sri.