PMKRI Atambua dan FSMPK Gotong Peti Mati Dalam Aksi Demo Polemik Teko

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Masa aksi damai dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan(FSMPK) Belu melakukan aksi demo di gedung DPRD Belu.

Dalam aksi damai di depan Gedung DPRD Belu perbatasan RI-RDTL, ratusan massa mengusung peti jenazah serta sejumlah tulisan bentuk menggugat berbagai dugaan praktek ketimpangan dalam proses perekrutan Tekoda di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2022.

Disaksikan media, Rabu (8/6) ratusan orang dalam memulai aksinya dengan melakulan long march dari sekretariat menuju ke Kantor Bupati Belu.

Sambil membawa peti jenazah berbalut kain hitam, di Kantor Bupati Belu massa melakukan orasi sambil membakar lilin merah. Selesai aksi, massa berjalam kaki menuju kantor DPRD Belu dan berorasi.

Setelah meletakan peti jenazah di depan pintu gerbang DPRD Belu massa aksi menyampaikan orasi di depan gedung Wakil rakyat sambil mengangkat spanduk bertuliskan “Kebijakan Tak Sejalan dengan Visi-Misi, Bupati Belu Matikan Kesejahteraan Rakyatnya Sendiri.”

Tidak saja itu, massa juga membawa sejumlah poster bertuliskan kalimat-kalimat kritik terhadap pemerintah kabupaten Belu seperti “Bangun Belu bukan kasih hancur Belu”, “Setiap Hari Tipu Rakyat,” “Mas Agus Jangan Lari,” dan sejumlah tulisan kritik lainnya.

Hingga berita ini diturunkan masa aksi masih terus berorasi dan melakukan diplomasi dengan pihak keamanan untuk diizinkan masuk dan berdialog dengan pimpinan dan anggota DPRD Belu.

Orator aksi masa dari PMKRI cabang Atambua menyebut bahwa kedatangan mereka ke DPRD Belu untuk menyampaikan keluh-kesah dan berbagai praktek curang dalam perekrutan Teko di lingkup Pemkab Belu.