Jaga Kelestarian, Pemuda Gelar Pameran Budaya Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ragam kekayaan budaya khas daerah Kabupaten Belu saat ini terus dipertahankan oleh kalangan seniman muda-mudi di wilayah perbatasan RI-RDLT.

Salah satu aksi kelompok seniman dengan menggelar pameran budaya bertajuk ragam tenun ikat.

Pameran ini digelar untuk menarik warga di daerah perbatasan Belu untuk melestarikan kekayaan budaya tenunan lewat hasil karya yang divisualisasikan dengan serial foto, lukisan serta tenunan khas daerah.

Disaksikan media, pembukaan pameran ragam budaya tenunan yang digelar kelompok seniman Kabupaten Belu bertempat di Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Senin (6/6/2022).

Pameran ragam budaya tenunan ini merupakan hasil karya seniman Belu dengan menggandeng kelompok tenun yang divisualisasikan dengan sejumlah serial potret ibu-ibu penunun aktif di Desa Sadi.

Hasil karya berupa serial potret ini pun menggambarkan tentang kisah kehidupan para penenun, atribut serta bahan dan perlengkapan tenunan itu sendiri. Serial foto itu juga menampilkan motif tenunan yang dihasilkan oleh para penenun yakni motif kemak.

Selain serial foto yang ditampilkan terdapat sejumlah karya lain seperti kain tenun, peralatan pembuatan tenunan serta lukisan-lukisan yang yang menggambarkan kehidupan orang Belu.

Sejumlah lukisan yang terpampag pada pameran ini juga merupakan hasil kerja para seniman yang sebagian besar merupakan kaum milenial di Kabupaten Belu.

Diharapkan, melalui pameran budaya yang digelar ini agar masyarakat di Kabuapaten Belu semakin mencintai kekayaan budaya dan nilai tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyang serta mempertahankannya. Sehingga tidak termakan dengan perkembangan modernisasi yang berkembang begitu pesat.

Salah seorang seniman Nasrizal menuturkan, untuk lukisan yang ditampilkan pada pameran ini sebagian besar bercerita tentang kehidupan para penenun yang divisualisasikan oleh sejumlah seniman yang terdiri dari kaum muda di Kabuapten Belu.

“Dengan digelarnya pameran seni budaya ini kaum muda khusunya di Kabupaten Belu diharapkan untuk semakin mencintai budaya dan terus berinovasi demi kemajuan daerah lewat karya seni,” pinta dia.

Sementara itu, Beatrix Daulaka salah seorang penenun menuturkan, hasil karya berupa serial foto yang ditampilkan ini dibuat untuk menggambarkan kehidupan ibu-ibu di Dessa Sadi yang sebagain besar bekerja sebagai penenun.

Jelas dia, untuk proses pengerjaannya dilakukan selama satu bulan dengan mengkombinasikan potret penenun dengan kain tenun bermotif kemak.