Dilanda Hujan dan Angin Kencang, Pohon Ambruk Menimpa Fasilitas Kesehatan dan Rumah Karang Taruna
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hujan dengan instensitas tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL sejak malam hingga Senin (31/1/2020) sore.
Kejadian itu akibatkan fasilitas kesehatan di Desa Kenebibi, Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten milik mengalami kerusakan berat tertimpa pohon tumbang pasca diterjang hujan deras dan angin kencang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, sebuah pohon kapok berukuran besar ambruk dan menimpa pusat kesehatan di Desa pesisir pantai itu seperti rumah dinas bidan, posyandu dan rumah karang taruna.
Atap seng puskesdes Kenebibi, plafon, pagar maupun rumah dinas bidan desa Kenebibi rusak tertindih pohon besar. Sementara itu, bangunan posyandu sebagian tembok dan atapnya nyaris ambruk total tidak bisa digunakan.
Daud Lay selaku Kepala UPTD Puskesmas Atapupu menuturkan, hujan disertai angin kencang terjadi pada pukul 17.00 Wita. Seperti yang dilihat, peristiwa ini hancurkan fasilitas kesehatan maupun rumah karang taruna di desa Kenebibi.
Lanjut dia, beruntung dalam insiden itu tidak ada korban jiwa. Selama ini Bidan Desanya yang tinggal dan menetap di Puskesdes Kenebibi. Karena fasilitas bangunan rusak, sementara waktu Bidan Desa akan dievakuasi ke rumah keluarga di Seroja.
Jelas Lay, kendati demikian pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat Desa Kenebibi tetap dilayani di Puskesdes karena fasilitas tidak rusak total. “Untuk kerugian akibat bencana ini belum bisa diperkirakan,” ujar dia.
Sementara itu Petrus Kapir selaku Kepala Desa Kenebibi mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Belu dalam hal ini Dinkes karena fasilitas yang rusak merupakan milik Pemerintah.
Selaku pimpinan wilayah setempat pihaknya juga tengah berupaya menghubungi Kepala Sekolah Dasar Kenebibi supaya pemuda yang selama ini mendiami rumah Karang taruna tinggal tahan di mes guru SD.
“Rumah Karang taruna milik Desa Kenebibi hampir rusak total dan butuh perbaikan besar. Penanganan sementara dibersihkan sambil menanti arahan dari pimpinan daerah dan para pemuda akan tempati sementarames guru,” kaka dia.

