OMK Nunbai desa Letmafo Timur, Bantu Aparat Kepolisian Berantas Perjudian

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kegiatan perjudian di dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara semakin marak, wilayah perkampungan terkadang menjadi sasaran lokasi perjudian saat pihak yang berwajib berupaya berantas perjudian dalam kota.

Untuk membantu aparat Kepolisian dalam upaya memberantas perjudian, Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Nunbai Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah, Kanisius Bate S.Pt berinisiatif membentuk kelompok paduan suara guna menghentikan keterlibatan anak – anak sekolah dan kawula muda dalam perjudian. Inisiatif Kanisius ini beralasan, lantaran tak jarang anak – anak yang masih berusia sekolah terlebih kawula muda terlihat turut terlibat dalam berbagai jenis perjudian.

Organisasi Orang Muda Katolik kemudian membentuk kelompok paduan suara dengan tujuan bisa menghentikan keterlibatan anak – anak sekolah dan kawula muda dalam perjudian di wilayah tersebut. Kanisius menegaskan bahwa OMK harus lebih aktif dalam kegiatan – kegiatan kerohanian. “OMK harus lebih aktif dalam kegitan – kegiatan kerohanian, seperti kegiatan paduan suara yang melibatkan anak – anak sekolah dan para pemuda agar waktu yang dimiliki tidak digunakan untuk melakukan perjudian atau hal – hal yang bernilai negatif”, tegas Kanisius saat diwawancarai Selasa (12/09/2018) melalui telepon.

Melihat maraknya perjudian yang terjadi di desanya dan keluhan – keluhan dari warga setempat maka Kanisius mengajak semua generasi muda di desa Letmafo Timur untuk bersama melawan berbagai persoalan yang bisa merusak masa depan generasi penerus. “Mari, Sebagai generasi muda desa Letmafo TImur, kita harus bisa bersikap melawan berbagai persoalan yang mengancam dan merusak generasi muda kita. Kita harus bisa membantu pihak kepolisian dalam memberantas judi dan penyakit sosial lainnya demi kebaikan kita semua”, Pinta Kanisius menutup wawancaranya.

Kelompok OMK Nunbai sendiri merupakan kumpulan dari siswa siswi SMA, mahasiswa, guru, perawat, tukang ojek dan petani yang terpanggil untuk menyatukan semua Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghentikan dan menciptakan wilayah yang terbebas dari perjudian.

Hal tersebut dipandang baik oleh orang – orang muda, dengan ikut terlibat dalam kegiatan rutin latihan paduan suara yang beralngsung setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu tepat pukul 17.00 – 18.30 wita. Kegiatan tersebut dimaksud agar para pelajar dan mahasiswa dapat menggunakan waktu selanjutnya untuk belajar dan mengerjakan tugas – tugas yang diberikan dari sekolah atau kampusnya.

Pendamping atau pelatih paduan suara Lusi Sau mengapresiasi inisiatif Ketua OMK. Menurutnya, sebagai orang muda memnag harus turut aktif dalam kegiatan yang positif. “OMK merupakan generasi yang akan melanjutkan peradaban bangsa dan gereja, agar calon peradaban bangsa dan gereja tidak rusak maka OMK harus ikut aktif dalam kegiatan kerohanian serta menjauhi kegiatan – kegiatan yang merugikan diri sendiri”, ungkap Sau.
Sambungnya, “Kami sangat mendukung langkah yang ditempuh anak – anak kami dengan melakukan kegiatan seperti ini. Akhir – akhir ini mereka yang terlibat perjudian baik itu sabung ayam ataupun bilyard mulai berkurang dan lebih fokus mengikuti kegiatan paduan suara”, kata tokoh perempuan, Lusi Sau saat ditemui di desa Letmafo Timur.

Disampaikan pula seorang anggota paduan suara yang enggan disebutkan namanya, bahwa kegiatan yang sementara digelutinya, sangat membantu mengeluarkan dirinya dari pengaruh perjudian yang pernah ditekuninya. Ia juga berharap pemerintah desa setempat bisa melihat, membantu OMK untuk menutup tempat perjudian yang terjadi di wilayah desa Letmafo.