Tetapkan 2 Tersangka, Polres Belu Terus Dalami Kasus Pencurian Sapi
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Polres Belu tetapkan dua tersangka FL dan AB kawanan kasus pencurian ternak sapi milik warga Desa Nualain, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.
“Untuk sementara masih dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” sebut Kasat Reskrim Polres Belu AKP Sujud Alif Yulamlam saat dihubungi media, Senin (13/12/2021) malam.
Menurut Sujud, kedua tersangka kasus tindak pidana pencurian ternak sapi berinisial FL dan AB telah ditahan dan langsung mendekam di rumah tahanan Polres Belu.
“Dari tersangka tersebut tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru,” ungkap dia.
Masih menurut Sujud, pihak penyidik masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Sementara untuk tiga pelaku lainnya termasuk sopir kendaraan sebagai saksi.
Diberitakan sebelumnya, terduga para pelaku yang mencuri sapi sebanyak dua ekor gunakan mobil ditangkap warga di Dusun Bemoli, Desa Aitoun sekira pukul 01.00 Wita dini hari.
Terjadi kejar-kejaran antara para pelaku dengan warga Desa Makir, Kecamatan Lamaknen saat melintasi jalur desa tersebut hingga tertangkap.
Empat orang terduga pelaku dan sopir oto jadi amukan massa hingga menyebabkan salah seorang pelaku berinisial FL alias L mengalami luka lebam di mata kiri.
Diketahui, dua ekor sapi jantan dan betina hasil curian dari Desa Nualain akan dibawa oleh para pelaku ke Tuamese wilayah Ponu, Kabupaten Kefamenanu.
Salah seorang terduga pelaku FL mengaku, sudah dua kali melakukan aksi pencurian sapi bersama rekannya A di wilayah Nualain terakhir pada Oktober lalu. Dua ekor sapi jantan dan berita yang dicuri di sungai merupakan milik warga Desa Nualain.
“Kami muat tadi malam jam setengah dua belas. Kami ikut jalur Makir karena hindari Aparat Polsek Weluli. Saat lewat Makir warga senter oto, lalu kejar kami dan ditangkap di Aitoun,” beber dia.
Lanjut dia, dua sapi yang dicuri itu akan dijualkan ke seseroang di Tuamese wilayah Ponu, Kabupaten Kefamenanu. “Satu ekornya dijual 4 juta,” ujar L singkat.
Berbeda dengan pengakuan TB sopir oto bahwa, mobilnya disewa memuat sapi untuk dibawa ke acara adat di Ainiba. “Mereka bayar sewa Rp 500 bilang pake ke pesta adat di Ainiba,” ujar sopir kendaraan itu.

