PDAM Kota Kupang Ditetapkan Jadi Perumda

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul ditetapkannya Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar milik pemerintah Kota Kupang menjadi Perusahan Umum Daerah (Perumda) maka dengan demikian, hanya akan ada satu operator untuk pelayanan air bersih di Kota Kupang.

“Warga Kota selama ini dilayani tiga operator air bersih, dari BLUD SPAM, PDAM Kabupaten Kupang dan PDAM Tirta Bening Lontar milik pemerintah kota yang telah ditetapkan jadi Perumda. Tumpang tindih pelayanan itu, disebut menjadi kendala tidak maksimalnya pelayanan air bersih bagi warga Kota,” kata Direktur PDAM Tirta Bening Lontar, Jhon Ottemusu kepada wartawan.

Ia mengatakan, ditetapkannya PDAM Tirta Bening menjadi Perumda itu sekaligus menegaskan ruang lingkup wilayah operasinya. Ke depan, warga Kota hanya dilayani satu operator saja.

“Ini adalah amanah undang-undang. Dengan perumda itu, mengataur wilayah operasi pelayanan menuju satu operator. Ini mempertegas pelayanan air bersih menjadi operator tunggal, sehingga bisa maksimal melayani warga kota, tidak ada tumpang tindih pelayanaan karena beda manajemen,” katanya.

Ottemusu kembali menegaskan komitmennya melayani warga Kota, pascah hengkangnya PDAM Kabupaten Kupang nantinya. Perumda akan fokus ke perbaikan jaringan, baik transmisi, distribusi dan water hiba dengan penyertaan modal yang disalurkan.

Untuk water hibah, sebut Ottemusu akan dipasang gratis. Anggaran pemasangannya terlebih dahulu menggunakan uang pemda dan akan diganti Kementrian Keuangan. Satu warga, membutuhkan biaya Rp 3 juta untuk pemasangan itu.

PDAM Kota mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 2,3 miliar tahun 2021 dan dinaikan menjadi Rp 9 miliar pada anggaran murni Tahun 2022, sampai empat tahun kedepan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Adrianus Talli meminta Perumda Tirta Lontar membangun koordinasi yang baik dengan PDAM Kabupaten Kupang terkait pelayanan air bersih warga kota menuju satu operator.

Adi Talli mengatakan, dengan ditetapkannya status PDAM kota ke Perumda, tidak merta kemudian membuat PDAM Kabupaten Kupang angkat kaki, karena juga mempunyai dasar hukum melayani kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang.

“Apakah dengan terbentuknya Perumda, otomatis operator PDAM Kabupaten Kupang hengkang? Tidak semudah yang dibayangkan. PDAM kabupaten Kupang hadir juga dengan dasar hukummya. Untuk itu, ruang komunikasi dan koordiansi yang baik perlu dilakukan Perumda Titra Bening,” katanya.

Dewan, kata Adi Talli juga menghendaki pelayan air bersih di kota Kupang hanya satu operator, yakni Perumda Tirta Bening, namun wajib pula diikuti dengan pelayanan yang baik pula.

Adi Talli mengatakan, penyerahan semua manajemen pengelolahan dari Kabupaten Kupang ke Perumda Tirta Bening membutuhkan proses.

“Kalau pemerintah menghendaki demikian, maka harus ada koordinasibdan kumunikasi yang baik, Bukan saja antara pemerintah kota dan kabupaten tapi juga dengan pemerintah pusat,” katanya.

Adi Talli menyarankan Perumda mesti mengelolah semua sumber air yang ada di Kota Kupang, sehingga pascah pengalihan nantinya, Perumda sudah siap melayani warga Kota.