Sekda Belu : Pinjaman Uang di Bank Untuk Akselerasi Pembangunan Daerah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sekretaris Daerah Belu, Johanes Andes Prihatin menuturkan Pemerintah berencaba akan melakukan pinjaman ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank NTT Cabang Atambua.

“Pinjaman dana ini untuk akselerasi pelaksanaan pembangunan di wilayah Kabupaten Belu,” jelas Prihatin kepada media, Jumat (22/10/2021).

Menurut dia, terkait besarnya dana atau nominal pinjaman belum diketahui. Sebab nominal akan diketahui berdasarkan penilaian indikator-indikator dan sesuai kebutuhan.

“Nominalnya nanti kita hitung ya, itu ada indikatornya antara lain rata-rata realisasi Pendapat Asli Daerah (PAD), rata-rata kinerja APBD,” terang dia.

Dirincikan bahwa, indikator-indikator yang dihitung, nanti hasilnya jadi pinjaman daerah maksimal. Maksimal pinjaman daerah itu Bupati dan DPR akan menyepakati.

“Katakan angkanya 10 tapi yang kita butuhkan untuk akselerasi 5 itu yang kita sepakati,” sebut Prihatin.

Dituturkan bahwa, pinjaman daerah ke Bank adalah langkah suatu daerah untuk percepatan atau akselerasi pembangunan di wilayah tersebut. Rencana pinjaman daerah ini sebenarnya bukan hal baru.

“Karena pinjaman daerah itu sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan yang ditetapkan dengan peraturan Pemerintah dan peraturan presiden dan ada aturan teknisnya dari menteri keuangan, mendagri dan sebagainya. Kita Kabupaten Belu menangkap peluang ini untuk akselerasi pelaksanaan pembangunan,” ujar Prihatin.

Mantan kadis Kominfo Belu menyampaikan, pihaknya telah menyurati DPRD terkait rencana pinjaman tersebut.

“Secara ijin prinsipnya kita surati. Pinjam itu sudah pasti. Pinjaman ini juga bagian dari penilaian kinerja Pemerintah Daerah. Kalau kinerja pemerintah baik maka akan mendapat kepercayaan,” tutup Prihatin.