Renovasi 3 Rumah Jabatan Pimpinan DPRD Belu Habiskan Rp 1,2 Miliar

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Renovasi tiga rumah jabatan Pimpinan DPRD Belu menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar. Alokasi anggaran ditengah pandemi Covid-19 menuai kritikan dari kalangan masyarakat di dunia media sosial.

Menyikapi polemik itu, Wakil Ketua 1 DPRD Belu Yohanes Jefri Nahak menuturkan, renovasi rumah jabatan tiga pimpinan Dewan masing-masing rumah terbagi dalam dua item pekerjaan.

“Pekerjaan setiap rumah pimpinan itu ada item pembuatan pagar dan pengembangan rumah jabatan,” terang dia dalam klarifikasi bersama awak media di ruang kerja Waket I DPRD Belu, Kamis (21/10/2021).

Jelas Epy sapaan akrab Ketua Partai Golkar Belu di, terkait anggaran yang diprotes masyarakat di media sosial di tengah pandemi yang mendapat alokasi untuk renovasi, anggaran Rp 1,2 miliar itu telah ditetapkan sejak Desember tahun 2020 lalu.

Dirincikan bahwa, setiap rumah jabatan untuk item pekerjaan pagar dialokasi Rp 177 juta dan pengembangan rumah anggaran sebesar Rp 177 juta. Selain itu terdapat juga anggaran untuk konsultan perencanaan dan pengawasan.

“Jadi tidak benar kalau setiap rumah jabatan tiga pimpinan DPRD Belu dapat Rp 400 juta. Tetapi yang benar itu dapat Rp 354 juta,” papar dia.

Lanjut Epy, anggaran tersebut sudah disepakati dalam penetapan anggaran murni. Dalam penetapan anggaran murni itu juga sudah dianggarkan Rp 3,5 miliar untuk pengembangan Kantor DPRD Belu.

“Hanya dalam perjalanan terjadi gejolak Covid-19 maka anggaran untuk pengembangan kantor DPRD Belu terkena refocusing dan tersisa anggaran renovasi rumah jabatan tiga pimpinan DPRD Belu,” ucap dia.

Masih menurut dia, waktu pekerjaan 60 hari. Sehingga apabila dalam kalender kerja lalu tidak selesai maka silahkan media mewawancarai kontraktor. Sebagai pimpinan DPRD Belu, saat ini belum menempati rumah karena masih sementara perbaikan.

Senada Waket 2 DPRD Belu Cyprianus Temu mengatakan rumah jabatan tiga pimpinan Dewan Belu itu harus direnovasi karena bocor dan tidak ada drainase. Masa rumah jabatan pimpinan Dewan dibiarkan begitu, sedangkan rumah pribadi saja pemiliknya buat bagus.

“Jadi renivasi tiga rumah pimpinan itu bukan untuk kepentingan pribadi. Tetapi itu dibangun untuk pimpinan DPRD Belu selanjutnya jika mereka sudah tidak jadi pimpinan lagi dan tentunya setiap orang yang tinggal di rumah dinas harus nyaman,” tandas Temu.

Politisi Nasdem itu tambahkan, selain itu masih banyak anggota DPRD Belu yang tidak memiliki ruangan kerja, sehingga perlu ada pengembangan untuk kantor DPRD juga tetapi ya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu Ketua DPRD Belu, Junior Manek mengatakan bahwa, rumah dinasnya bocor pada atap, sehingga tidak layak untuk ditempati. Selain itu rumah jabatan Wakil 2 dan 2 tidak ada saluran drainase maupun kamar mandi masa tidak boleh diperbaiki.

“Jadi secara protokoler rumah jabatan tiga pimpinan DPRD Belu itu tidak layak kalau dibandingkan dengan kabupaten lain,” ujar dia.

Lanjut Politisi Demokrat itu bahwa, renovasi rumah jabatan tiga pimpinan DPRD Belu itu sudah sesuai perda nomor 8 tahun 2020 yang mana telah tersedia anggaran murni sebesar Rp 1,2 miliar.