Lembaga Penyiaran Diminta Tingkatkan Kualitas Konten Program Wasbang di Perbatasan
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – KPID Nusa Tenggara Timur meminta 4 lembaga penyiaran di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL yakni, RRI Atambua, Radio Favorit, Radio Miskal dan Radio Dian Mandiri untuk meningkatkan kualitas kontennya.
“Kita minta agar kualitas kontennya semakin ditingkatkan agar masyarakat perbatasan bangga menjadi bagian dari NKRI,” ujar Ketua KPID NTT, Frederikus Royanto Bau usai kegiatan bersama lembaga penyiaran di Kantor RRI Atambua, Jumat (24/9/2021).
Dia menuturkan bahwa, sejauh ini siaran empat lembaga penyiaran sudah baik. Ada program-program siaran tentang wawasan kebanggsaan yang disiarkan setiap hari sangat penting.
“Program-program seperti cinta tanah, nasionalisme harus disiarkan setiap hari. Apalagi daerah perbatasan sangat penting bagi warga dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegas dia.
Edy sapaan akrab mantan wartawan Harian Pos Kupang berharap lembaga penyiaran harus menghadirkan Negara di daerah perbatasan Indonesia dengan Negara Timor Leste.

Artinya, jelas dia bahwa lembaga penyiaran tidak hanya memberitakan atau menyiarkan kesulitan-kesulitan warga dan segala permasalahannya. Tetapi juga membangun harapan bahwa negara ada di tengah masyarakat untuk menjawabi permasalahan, mengayomi serta melindungi hak-hak warga.
“Agar apa? agar warga di daerah perbatasan tidak merasa dianaktirikan, tetap kukuh dan merasa bangga menjadi bagian dari NKRI,” ketus Edy.
Sementara itu, terkait dengan Belu TV KPID NTT tetap berharap ada upaya serius dari Pemkab Belu untuk menghidupkan kembali siaran televisi lokal yang dihentikan sebelumnya.
Dikatakan, dirinya telah bertemu Bupati dokter Agus Taolin dan beliau menyambut baik agar BeluTV dihidupkan kembali dalam waktu tidak lama. “Nantinya Belu TV tampil dalan bentuk TV Digital. Kita berharap tahun 2022 nanti BeluTV sudah ada lagi,” pungkas Edy.

