Bagi Sembako dan Uang Transportasi, Cara Reses Andina Winantuningtyas di Tengah Pandemi Covid – 19

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Andina Winantuningtyas, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), membagikan paket sembako kepada 120 masyarakat peserta reses, perwakilan dari Kecamatan Insana Utara, yakni Desa Humusu Wini, Dusun 01Wini / Ban’uru, Dusun 02 Maismolo, Dusun 03 Temkuna, Dusun 04 Manufonu dan desa Fatumtasa, Rabu (25/08/2021) usai menggelar reses.

Andina, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengatakan, penyerahan paket sembako kepada warga merupakan bagian dari tanggung jawabnya kepada konstituen di daerah pemilihannya. Sebab, saat ini seluruh masyarakat tengah menanti uluran tangan dari setiap orang yang ingin berbagi.

Melalui saling berbagi dalam reses, Andina berharap masyarakat dapat terbantu khususnya di wilayah Dapil Dua desa Humusu Wini, di masa pandemi ini.

“Ini momentnya pas, dimana warga sangat membutuhkan sembako, khususnya kepada warga yang kondisi ekonominya lemah dan terdampak langsung akibat pandemi Covid -19,” kata Andina.

Pembagian sembako usai reses, lanjut Andina merupakan inisiatifnya sendiri.

“Ini reses perdana saya, begitupun dengan masyarakat yang mengaku baru pertama kali mengikuti reses cara begini”, pungkas Andina yang terlihat sangat antusias bertemu masyarakat.

Baca juga : Reses Perdana Politisi PDI Perjuangan, Andina Winantuningtyas, Kantongi 15 Permasalahan

Terpisah, Kepala Desa Humusu Wini, Alfridus Bana, mengatakan dirinya selaku Kepala desa Humusu Wini bersama masyarakat sangat beryukur karena ada Anggota DPRD TTU yang turun langsung melakukan reses serta menggali persoalan-persoalan yang dialami masyarakat.

Menurutnya, selama ini ada banyak masalah dan aspirasi yang hendak masyarakat sampaikan kepada Pemerintah di tingkat atas, namun tidak terwujud.

Masalah utama yang dialami masyarakat, lanjutnya adalah masalah tumpang tindihnya data bantuan sosial.

“Pengambil kebijakan di tingkat atas tidak pernah melakukan update data yang dikirim oleh Pemerintah Desa secara berkala. Sehingga banyak masyarakat yang tidak terjangkau dengan bantuan sosial seperti PKH, Bansos, dan bantuan-bantuan lainnya” ungkap Alfridus.

Masalah yang terjadi adalah tumpang tindih data, sehingga bantuan yang diterima hanya oleh orang tertentu.

“Tiap tahun kami sudah kirimkan data terbaru, tapi tidak ada pemutakhiran data. Jadi, yang terima bantuan hanya orang-orang itu saja. Padahal ada banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan tapi tidak kebagian karena merujuk pada data yang lama. Bahkan ada warga yang meninggal dunia tapi masih terdata sebagai penerima bantuan”, pungkas Alfridus.

Pantauan NTTOnlinenow.com, selesai reses digelar, seluruh peserta reses diundang Andina untuk makan siang bersama.

Dan sebelum bergerak kembali ke rumah masing – masing, Andina Winantuningtyas dibantu pendampingnya membagikan amplop berisi uang transportasi masing – masing berjumlah Rp100 ribu kepada seluruh peserta reses.