Mediasi Gugatan Sandinawa Rp 1,7 Miliar Gagal, Rektor Unimor Pastikan Terima Kembali Buku Rekening Berisi Dana Sisa Hibah Yayasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dua kali proses mediasi antara pihak yang bersengkata, Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) dan Rektor Universitas Timor (Unimor) dikabarkan tidak menemui titik terang. Sesuai rencana, mediasi ketiga akan berlanjut pada Rabu depan (28/07/2021).

“Dalam mediasi awal, pembicaraan terkait klarifikasi sumber uang yakni dari Yayasan namun tidak ada titik temu”, kata Magnus.

Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Timor (PLBH Timor) ini menjelaskan sebelumnya Unimor berstatus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang didirikan Sandinawa. Namun dalam perjalanan, Unimor diambil alih oleh Pemerintah dan dijadikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak tanggal 6 Oktober 2014.

Terkait pengalihan status itu, Sandinawa sebagai pendiri meminta Rektor Unimor mengembalikan sejumlah aset yang masih dikuasai manajemen Universitas Negeri Timor
(Unimor).

Manajemen lalu mengembalikan sejumlah aset berupa 650 buah kursi, 1 (satu) unit mobil kijang dan 1 (satu) unit mobil Toyota Inova.

“Namun sisa dana sebesar Rp 1.783.675.394(satu miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta, enam ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah) yang berada di rekening Rektor Unimor, belum dikembalikan”, beber Magnus Kobesi.

Menurutnya, Sandinawa telah meminta secara patut, baik secara formal maupun non formal termasuk pendekatan secara personal agar sisa dana itu dikembalikan. Namun Rektor Unimor tidak menanggapi tanpa memberikan alasan yang pantas menurut hukum sehingga terpaksa Sandinawa menggugat secara perdata.

Berita terkait : Tak kembalikan Uang Yayasan Rp1,7 Miliar, Rektor Universitas Timor Digugat di Pengadilan

Ia juga mengaku, tidak ada persoalan terkait dana sisa Rp 1,7 miliar yang masih tersimpan di rekening Rektor Unimor. Karena, lanjutnya sudah ada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari mantan Rektor Prof. Silirilus Seran, S.E, M. Si, hanya saja pihak Rektor Unimor yang sekarang tidak mau mengembalikan sisa dana itu ke pihak Yayasan .

Iapun menerangkan bahwa masih ada mediasi kedua, Rabu (21/07/2021). Namun lagi – lagi mengalami kegagalan. Gagalnya proses mediasi ini membuat kasus perdata antara kedua belah pihak bakal berlanjut ke meja hijau.

Rektor Unimor, Dr.Stefanus Sio yang dikonfirmasi NTTOnlinenow.com usai proses mediasi kedua, Rabu siang, mengaku masih belum menemui titik temu.

Namun atas sejumlah bukti yang dibawa pihak Universitas Timor, sudah ada kesepakatan bahwa Senin depan (26/07/2021) pihaknya akan bertemu mantan Rektor Unimor, Prof Dr. Sirilius Seran, SE, MP untuk mengambil kembali buku rekening Rektor Unimor dan pada Rabu (28/07/2021) masih ada proses mediasi ketiga.

“Senin kita bertemu Profesor Sirilius Seran (mantan Rektor Unimor ) untuk mengambil kembali buku rekening Rektor Unimor. Profesor Sirilius Seran juga diminta untuk menunjukan LPJ dan memasukan ke Kementerian Ristekdikti

Sesuai bukti yang dibawa pihak Rektor dalam proses mediasi kedua, sejak tahun diterimanya dana hibah Yayasan, mantan Rektor belum pernah menunjukan LPJ, sehingga dituntut untuk memasukan LPJ agar jika uangnya dikembalikan pun tidak menyalahi aturan.

“Profesor Sirilius tidak pernah menyerahkan LPJ kepada Kementerian Ristekdikti. Beliau juga tidak pernah menyerahkan buku rekening Rektor Unimor yang diakuinya didalam rekening tersebut terdapat uang yang dipermasalahkan Rp1,7 miliar, baik kepada Rektor sebelumnya, Almarhum Ir. Arnoldus Klau Berek, MP. Ph. D. maupun kepada saya, selaku Rektor yang sekarang”, tandas Stefanus Sio.

Pantauan media ini, dalam berjalannya proses mediasi kedua, Rektor Stefanus Sio tidak hadir seorang diri.

Berbeda pada mediasi awal, sebagai tergugat ia seorang diri berhadapan dengan penggugat dari pihak Yayasan. Diantaranya Ketua Dewan pembina Sandinawa, Drs. Anton Amaunut, Ketua Yayasan, Drs.Fransiskus Uskono, Dewan Pengawas, Petrus Sau dan Kuasa Hukum Magnus Kobesi.

Pada mediasi kedua ia didampingi Wakil Rektor II Krisantus Tri Pambudi R, S.P, M.P dan Mantan Kasubag Penjaminan Mutu, Unimor Robert Kefi.

Sebelumnya diberitakan, Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) sebagai pendiri Universitas Timor (Unimor) menggugat Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P. ke Pengadilan Negeri (PN) Kefamenenu lantaran tidak mengembalikan uang milik Sandinawa sebesar Rp 1.783.675.394 (satu miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta, enam ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah).

Dalam sidang perdana Selasa (13/07/2021) usai pembacaan gugatan, Ketua Majelis Hakim meminta pendapat kepada penggugat dan tergugat. Kedua pihak yang bersengketa akhirnya bersepakat menempuh proses mediasi namun dua kali mediasi berjalan masih tidak menemukan titik terang.