Kerusakan Rumah Tak Diperbaiki, Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Tawuran Kuneru
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Perkelahian antar pemuda di Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kabupaten Belu, Sabtu (29/5/2021) lalu mengakibatkan beberapa unit rumah warga mengalami kerusakan.
Pasca kejadian tersebut, korban meminta pihak Kepolisian untuk segera menangkap para pelaku pengrusakan rumah dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun, dalam mediasi di Kantor Polres disepakati persoalan tersebut akan diselesaikan di Kantor Kelurahan secara kekeluargaan dan rumah para korban yang mengalami kerusakan akan diperbaiki.
Albert Gatus salah satu korban yang rumahnya rusak kepada media, Rabu (9/6/2021) mengatakan, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan soal akan diperbaiki rumah warga yang rusak. Sementara pelaku tawuran sudah dibebaskan.
Terkesan pembiaran sudah mau dua minggu tidak ada kejelasan. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polres tapi sampai sekarang pihak Polres belum datang olah tkp atau foto-foto kerusakan dan bertemu dengan pihak korban tawuran.

Terkait hal tersebut, Albert bersama warga korban lainnya meminta pihak Kepolisian untuk menyelesaikan kasus pengrusakan rumah dan memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku.
“Kami sebagai warga korban meminta agar Kepolisian mengusut tuntas penyebab perkelahian. Pasalnya, sudah terjadi berulang-ulang. Berikan hukuman yang setimpal kepada pelaku agar tidak terulang lagi dan mengganti semua barang-barang yang rusak akibat perkelahian tersebut,” pinta Albert bersama warga dalam surat tertulis yang dikirim ke Bupati dan Kapolres Belu.
Diketahui, pada hari Sabtu dini hari tanggal 29 Mei 2021, sekitar jam 01.20 Wita terjadi perkelahian anatara warga di wilayah Kuneru Kelurahan Manumutin Kecamatan Kota Atambua.
Akibat dari perkelahtan tersebut rumah-rumah warga disekitar tempat perkelahian menjadi korban kerusakan antara lain kaca jendela rumah hancur berantakan, pintu kios rusak berat, meteran listrik rusak, seng rumah lubang kena lemparan batu.
Kejadian perkelahian tersebut sangat meresahkan warga masyarakat, karena sering terjadi berulang-ulang antar kelompok pemuda.

