Tingkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Akupresur Bagi WPA, KDS dan Layanan Kesehatan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 20 peserta terdiri dari Warga Peduli Aids (WPA), KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) dan Layanan kesehatan di Kabupaten Belu mengikuti Training of Trainer (ToT) yang digelar CD Bethesda Yakkum Yogyakarta.

Kegiatan ToT Akupresur untuk menjaga kesehatan kondisi ODHa bagi Warga Peduli Aids, KDS dan Layanan Kesehatan berlangsung di hotel Nusa dua Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL selama lima hari terhitung Senin 31 Mei sampai dengan 4 Juni 2021 mendatang.

Adapun fasilitator kegiatan ToT yakni Eko Rusmiati dengan materi pengertian, sejarah akupresur dan teori dasar akupresur (konsep Yin Yang, teori pergerakan 5 unsur, Qi atau energi kehidupan).

Teknik pemijatan akupresur (teknik manipulasi, teknik pijat akupresur standar kurikulum dan syarat-syarat pemijatan) serta diagnosis secara akupresur oleh Eko Rusmiati.

Pengenalan alat dan bahan untuk terapi akupresur oleh Eko Rusmiati SOP Akupresur oleh Eko Rusmiati Praktek akupresur untuk kebugaran oleh Wisnugroho.

Alur meridian akupresure, titik akupresur (pengertian titik akupresure, penentuan lokasi titik akupresure, fungsi titik akupresur, mekanisme kerja titik akupresur dan lokasi titik wajib dan indikasi) oleh Eko Rusmiati dan Wisnugroho.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator CD Bethesda Yakkum Yogyakarta cabang Belu Yosafat Ician kepada media disela-sela kegiatan, Senin (31/5/2021).

Menurut Ician, tujuan umum kegiatan ToT ini agar para peserta bisa memfasilitasi, melakukan praktek dan pendampingan terhadap ODHA dan masyarakat.

Sementara tujuan khusus yakni, memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang pengertian dan sejarah akupresur dan teori dasar akupresur (konsep Yin Yang, teori pergerakan 5 unsur, Qi atau energi kehidupan) serta alur meridian akupresur.

Pengenalan kepada peserta tentang titik akupresur (pengertian titik akupresur, penentuan lokasi titik akupresur, fungsi titik akupresur, mekanisme kerja titik akupresur dan lokasi titik wajib dan indikasi).

Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada peserta tentang teknik pemijatan akupresure (teknik manipulasi, teknik pijat akupresur standar kurikulum dan syarat-syarat pemijatan) serta diagnosis secara akupresur. Pengenalan kepada peserta tentang alat dan bahan untuk terapi akupresur.

Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang SOP akupresur. Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada peserta tentang praktek akupresur untuk kebugaran dan penanganan kasus.

Output yang diharapkan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengertian dan sejarah akupresur dan teori dasar akupresur serta alur meridian akupresur.

Peserta mengenal titik akupresur yang digunakan untuk terapi.
Peserta paham dan trampil dalam melakukan teknik pemijatan akupresure serta diagnosis secara akupresure. Peserta mengenal dan memahami alat dan bahan untuk terapi akupresur.

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang SOP akupresur serta peserta mampu mempraktekkan praktek akupresur kebugaran dan penanganan kasus.

“Diharapkan melalui giat ini ODHA dan mereka yang punya perhatian terhadap ODHA, dapat lebih cermat dalam memilih dan menggunakan suatu metode penyehatan tradisional seperti akupresure dalam upaya meningkatkan kesehatan,” tutup Ician.
id=”32b991e5d77ad140559ffb95522992d0″>