DPRD Minta Pamerintah Perhatikan Para Nelayan Dapat Musibah Bencana Seroja.

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisi II DPRD Kota Kupang tinjau para nelayan di perikanan tenau Kupang kecamatan alak yang kapal perahunya hancur dihantam badai seroja.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay kepada para media saat di lokasi siang tadi, Kamis (15/4/21) mengatakan bahwa saya berharap Pemerintah khususnya Dinas Perikanan Kota Kupang harus memperhatikan dan berikan bantuan kepada para nelayan yang terkena musibah badai seroja.

Mokrianus, berharap pendataan yang baik oleh pemerintah juga para nelayan sendiri datanya harus jelas, tindakan apa harus pemerintah khususnya dinas perikanan kota kupang, buat yang paling pertama itu angkat dulu bangkai-bangkai kapal supaya para nelayan yang lain bisa beraktivitas karena bangkai kapal ini masih banyak maupun di tenau atau di oeba itu masih ada bangkai kapal dalam perairan laut ini jadi penghalang bagi nelayan yang lain mau beraktivitas

Kalau ada pun bantuan Pemerintah jangan sampai melupakan nelayan,untuk itu nelayan ini paling utama di NTT jika nelayan susah dilupakan begitu saja, rumah nelayan tidak tapi kapal mereka mencari hidup hancur tolong Pemerintah terutama dinas perikanan bantu nelayan saat dapat musibah,” kata Mokrianus.

Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kota Kupang, Esy Bire pemerintah harus dapat memberikan bantuan untuk para nelayan yang di kota kupang yang mendapatkan musibah badai seroja ini, jangan pilih kasih marilah kita membantu sesama memang semua saat ini lagi sedang mendapat musibah tapi marilah kita melihat para nelayan ini.

Selain itu Anggota DPRD Komisi II, Zeyto Ratuarat jelaskan hampir 90 persen semua kapal nelayan rusak parah, tindakan apa yang harus dibuat oleh Pemerintah kita sebagai mitra dengan dinas perikanan kami belum menyampaikan hal ke dinas perikanan kota kupang.

Kita rencana akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dinas terkait yaitu dinas perikanan juga para nelayan yang kapalnya rusak dihantam badai seroja sehingga tidak bisa melaut,” ujar Ratuarat.

Memang mungkin rumah nelayan tidak rusak tapi kapal mereka yang rusak artinya mereka tidak bisa dapat uang untuk menghidupi keluarga mereka apa ini tidak boleh dibantu oleh pemerintah ini kan dampak dari badai seroja.

Kenapa hanya di rumah saja di darat yang dibantu, tapi para nelayan tidak bantu juga di data oleh pemerintah itu sendiri nanti di RDP kita tanya apakah pemerintah sudah turun ke lokasi khususnya bagi dinas perikanan yang datang melihat dan mendata kerusakan kapal para nelayan di perikanan tenau kupang,” pinta Ratuarat.