Peresmian Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Liquisa di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Nuansa bahagia penuh persaudaraan dalam silaturahmi Keluarga Besar Liquisa yang berdomisili di wilayah Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Dalam silaturhami itu Warga Negara Indonesia kelahiran Negara Timor Leste meresmikan paguyuban Ikatan Keluarga Besar Liquisa (IKBL) sekaligus pengukuhan badan pengurus di Nekafehan, Kecamatan Kota.

Adapun acara peresmian IKBL serta pengukuhan pengurus didahului dengan perayaan misa ekaristi kudus yang dipimpin
Pastor Paroki Katederal Atambua Romo Stefanus Boy Sala Pr, Sabtu (2/6/2018).

Dalam renungan Romo Stef mengatakan, kehadiran masyarakat dari Liquisa Timor Leste di Atambua, diharapkan mampu berperan dengan berbuat sesuatu tidak saja di lingkup sesama etnis namun juga bersama masyarakat luas.

“Dengan terbentuknya IKBL terdapat sesuatu yang baik dalam hidup berdampingan,” ujar dia.

Lanjut Pastor Paroki Katedral itu, seperti dalam bacaan injil disampaikan Santu Paulus, kita semua adalah buatan tangan Allah di ciptakan dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

“Kita bertekun untuk kehidupan bersama, paguyuban bisa bersatu saling melayani dalam keluarga besar juga masyarakat,” ucap Romo Stef.

Bersamaan, Yulius Untung Suni selaku inisiator IKBL di Belu mengatakan, pembentukan wadah ikatan keluarga besar Liquisa di awali dengan perayaan ekaristi kudus yang bisa menguatkan seluruh anggota keluarga besar bersama dalam persaudaraan,” “Ada hal yang baik diawali dengan perayaan ekaristi, tinggal apa yang harus kita buat,” ujar Yulius.

Diharapkan, para badan pengurus IKBL yang sudah dikukuhkan agar manfaatkan organisasi dengan baik serta besarkan organisasi dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Meski jumlah baru sedikit, tapi jangan berkecil hati. Kita harus memulai dengan semangat serta niat kita bersama untuk lebih baik ke depannya,” pinta Suni.

Dalam pengukuhan Paguyuban masyarakat Liquisa di Belu, Eduarte Dos Santos dipilih secara langsung untuk memimpin Paguyuban WNI asal Liquisa kelahiran Timor-Timur yang berdomisili di perbatasan daerah Belu.