Korban Penipuan Miss Indonesa 2020 Layangkan Somasi Untuk MNC Group

Bagikan Artikel ini

Laporan Adi Rianghepat
Kupang, NTTOnlinenow.com – Runner up Miss Indonesia 2020, Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho diduga telah melakukan aksi penipuan. Banyak korban yang sudah menjadi mangsanya dan berasal dari berbagai kalangan. Salah satu di antaranya adalah seorang pejabat pegawai negeri sipil lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka. Pejabat itu adalah Herman Klau.

Tak tanggung-tanggung, dari korban ini, Nadia telah melahap Rp621,5 juta. Upaya pendekatan kepada terduga pelaku sudah dilakukan, namun duit hasil penipuan yang sudah masuk ke rekening Nadia itu tak kunjung dikembalikan kepada korban. Herman Klau selaku korban, geram.

Melalui kuasa hukumnya korban Herman Klau melayangkan somasi. “Somasi sudah kami layangkan kepada Nadia, Vanessa Wijaya Ingga Mariana alias Ingga seorang karywan RCTI di Jakarta serta beberapa pihak terkait,” kata Kuasa Hukum Herman Klau, Silvester Nahak, SH.

Menurut dia, somasi yang diyangkan berbatas waktu 14 hari kalander sejak somasi diterima para terduga penipu. Dalam somasi yang ditulis pada 12 April tersebut, para terduga penipu agar segera membayar atau mengembalikan sejumlah uang hasil penipuan yang dilakukan terhadap klien Herman Klau. Jika tidak diindahkan, maka akan ada upaya hukum yang dilakukan pihak korban.

“Tanah dan rumah milik Nadia di Kupang akan dijadikan sebagai jaminan utang dan proses hukum akan kami lanjutkan,” tutur alumni FH Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang itu.

Sementara itu, Kuasa Hukum lain, Rudolfus Ronny Talan, SH, MH mengatakan, bahwa dugaan penipuan yang dialami kliennya Herman Klau, murni antara kliennya dengan Nadia serta Ingga seorang karywan RCTI di Jakarta. Tidak ada kaitan apapun dengan ibu Nadia, yang sejauh ini mengklaim seolah dugaan penipuan itu antar kliennya dengan ibu Nadia, Rosca Leonita.

“Ini hanya intrik Rosca Leonita untuk menyelamatkan anaknya dari peristiwa ini. Bahwa penipuan itu murni perbuatanya. Tetapi perlu dipahami, dugaan penipuan yang dilakukan terhadap klien kami itu dilakukan oleh Nadia. Bukan ibunya,” kata Ronny.

Dapat dipastikan, lanjut Ronny, upaya hukum lanjutan, perdata dan pidana akan segera dilakukan, jika para terduga penipu tidak mengindahkan somasi yang sudah dilayangkan tersebut.**