Pekerja Media di Belu Dapat Prioritas Pencanangan Vaksin Perdana

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Program nasional pencanangan Vaksin Covid-19 perdana di Kabupaten Belu telah dilakukan di Rumah Sakit Tentara Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Kamis pagi (4/2/2021).

Dalam pencanangan tersebut, Kepala Daerah Belu, Pimpinan OPD beserta Staf, Pimpinan Forkopimda Belu, perwakilan awak media dan perwakilan BPJS Kesehatan Atambua penerima Vaksin perdana.

Bupati Belu, Willybrodus Lay penerima vaksin pertama, disusul Dandim 1605 Belu, Letkol Inf Wiji Untoro, Ketua pengadilan Negeri, Anak Agung Gede Susilaputra, Kabag Ops Polres Belu, I Nengah Suta Winaya.

Selanjutnya Kepala Inspektorat Belu Rumualdus T.H J Manek, Kadis Kominfo Yohanes Andes Prihatin, Sekretaris BKKBN drg M. Ansila F. Ekamuti, Ketua Pena Batas, Stefanus Dile Payong, Michael Tae Protokol dan BRN Candranuradi F, Kabid SDM BPJS Atambua.

Menurut Bupati Willy Lay, pencanangan vaksin Covid-19 di merupakan program nasional. Karena itu, Pemkab Belu serta warga harus mendukung program pemerintah pusat itu.

Dikatakan, sebagai wujud dukungan itu selaku Bupati telah divaksin. Karena itu diharapkan agar seluruh warga Belu tidak perlu takut untuk divaksin. Sebab vaksin sinovac sangat aman untuk diri kita.

“Saya tidak merasakan apa-apa karena semuanya baik dan berjalan normal,” ujar Lay saat ditanyai media reaksi usai divaksin.

Kesempatan itu, ketika ditanya terkait pekerja media yang mendapat prioritas dalam pencanagan vaksin, dijelaskan Pemerintah Daerah hanya ingin menggambarkan bahwa semua orang punya hak untuk mendapatkan vaksin.

“Namun, untuk tahap awal Pemkab hanya mengambil orang penting baik dari TNI-Polri, pimpinan OPD maupun insan Pers,” terang Lay.

“Sebagai seorang jurnalis itu setiap harinya mengejar berita dan bertemu banyak orang. Karena itu, Pemkab Belu wajib melindungi pekerja media itu pertimbangan penting,” sambung dia.

Setelah divaksin, harus tetap menjaga jarak, memakai masker, dan selalu mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir dan harus menjadi pelopor kepatuhan protokol kesehatan. “Karena saat ini masyarakat kurang menyadari bahaya Covid-19,” tutup Lay.

Stefanus Dile Payong, selaku pekerja media pada I News TV sangat berterimakasih kepada Pemkab Belu. Pasalnya, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19 tetapi masih ada kepedulian pada pekerja media terkait kesehatan.

“Pers adalah garda terdepan untuk mengabarkan kepada masyarakat tentang apa itu Covid-19 selain tenaga kesehatan,” ungkap dia.

Evan sapaannya menuturkan, awal disuntik vaksin ia tidak merasakan gejala apapun. Vaksin sinovac sesuai arahan medis sangat bagus untuk menambah imun tubuh dan menjaga kekebalan tubuh.

“Jadi, setiap orang yang sudah divaksin bisa bepergian kemanapun dan bertemu banyak orang tidak perlu ragu, namun tetap waspada dan taat prokes,” pungkas Evan yang juga selaku Ketua Pena Batas RI-RDTL (wadah media di Belu).