Dinsos Kota Pastikan Beras Bansos Selesai Disalurkan Pada Bulan Oktober
Kupang, NTTOnlinenow.com – Progres penyaluran bantuan sosial (beras) kepada warga miskin terdampak covid-19 hasil refocusing dan realokasi anggaran penanganan covid-19 dipastikan selesai sebelum akhir Oktober ini. Penyaluran tahap akhir telah dilakukan di kelurahan-kelurahan se Kota Kupang.
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape mengatakan, progres penyaluran beras bantuan sosial kepada warga terdampak covid-19 sudah mencapai 90 persen, dan dipastikan selesai dalam bulan ini. Para Lurah diharapkan mempercepat proses penyalurannya.
Hasil refocusing dan realaoksi anggaran pada program jaring pengaman sosial (JPS), berupa bantuan sosial itu, mencapai 22 miliar, 18 miliar diantaranya digunakan untuk mendatangkan beras dan dibagikan kepada 24.000 penerima atau keluarga miskin, dengan total beras mencapai 690 ton.
Penyalurannya itu, kata Lodywik dilakukan dalam tiga tahap, masing-masing tahap disalurkan sebanyak 230 ton. Karena sudah memasuki tahap ketiga, Lodywik memastikan akan selesai paling lambat sebelum akhir bulan oktober ini.
“Saya sudah jalan keliling-keliling pantau, dan sedang dibagikan, dan malah ada kelurahan yang sudah habis dibagi, sehingga bisa diproyeksikan akan habis dalam pekan mendatang, atau sebelum akhir september sudah selesai penyalurannya,” katanya.
Dia mengatakan, penyaluran beras itu telah dilakukan mulai bulan juni kemarin. Meski prosesnya agak tersendat di bulan agustus. Tersendatnya itu dikarenakan verifikasi data yang dilakukan pihaknya. Kata dia, sebelum diverifikasi, data yang masuk ke dinsos sebanyak 24.640, namun setelah dilakukan verifikasi turun menjadi 24 ribuan.
Dia mengaku, verifikasi data itu, juga menjadi kendala utama dalam proses penyalurannya. Tahapan verifikasi tentu membutuhkan proses, sehingga bantuan itu benar-benar tepat sasaran, benar-benar disalurkan kepada warga miskin di kota Kupang. Verifikasi ini juga untuk menghindari tumpang tindih atau pendobelan penerima.
Mekanisme dimasukannya data penerima itu, kata dia, dimulai dari RT dan RW, kemudian dimasukannya ke setiap kelurahan, seterusnya ke Operator yang sudah ditempatkan dimasing-masing kelurahan, kemudian ke dinsos untuk dilakukan verifiakasi dan validasi datanya.
Data final itu kemudian diajukan ke pemerintah provinsi NTT untuk selanjutnya dilakukan penetapan secara keseluruhan, besama kabupaten lainnya di NTT. Pola ini, juga berlaku untuk sumber-sumber bantuan sosial lainnya.
Dia mengaku, semua beras yang dari progran jaring pengaman sosial itu, tidak didatangkan dari luar NTT, melainkan bekerja sama dengan Perum Bulog, serta beberapa distributor besar di Kota Kupang.
Dia memastikan, bantuan yang disalurkan dari hasil refocusing dan realokasi anggaran dari program jaring pengaman sosial itu, tidak terjadi pendobelan penerima dengan sumber bantuan lainnya, baik dari pemerintah pusat (kementrian sosial) dan pemerintah provinsi NTT.
“Bantuan itu kan berasal dari berbagai sumber, mulai kementrian sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan provinsi dan bantuan Pemerintah Kota. Dan sesuai juknis, satu keluarga tidak menerima dua atau semua bantuan ini,” katanya.
Lurah Kelapa Lima Sentus Kahan, mengaku, bantuan sosial itu telah disalurkan, dan sesuai perkiraan penyaluran akan selesai dalam beberapa hari kedepan, dan masing-masing satu keluarga mendapatkan beras sebayak 10 kilogram. (NTT-YM)

