Bapenda Kota Kupang Melakukan MoU Dengan BPN Terkait Pembayaran BPHTP

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang telah melakukan kerjasama dengan badan pertanahan Kota Kupang terkait pembayaran Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) secara online.

“Dengan adanya kerja sama antara badan pendapatan daerah dengan badan pertanahan Kota Kupang maka masyarakat kota Kupang tidak perlu lagi datang ke Badan Pertanahan untuk pembayaran BPHTB tetapi dapat langsung dilakukan pembayaran di Badan Pendapatan, langsung dimasukkan ke dalam sistem jika telah disetujui oleh Badan Pertanahan maka dapat langsung diproses. Jadi masyarakat tidak perlu lagi dari pertanahan baru ke Badan Pendapatan,” kata Kepala Badan pendapatan daerah kota Kupang , dr Ari Wijana, kepada wartawan.

Ia menjelaskan, upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang, salah satunya dengan pemasangan tapping box yang sudah dilakukan di 20 titik. Pemasangan tapping box ini merupakan kerjasama dengan bank NTT yang Rencananya akan dipasang di 120 titik dalam tahun 2020 ini.

Ari mengaku, tujuan utama dari pemasangan tapping box ini adalah untuk mengurangi kecurangan yang terjadi di lapangan karena selama ini dilakukan atas sistem yang digunakan yaitu perhitungan sendiri oleh pelaku usaha atau wajib pajak dan dibayarkan ke pemerintah daerah atau menggunakan metode self assessment.

Dikatakan, sampai akhir Agustus tahun 2020 ini capaian Pendapatan asli daerah telah mencapai 46 persen dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 200 miliar.

“Tetapi kalau kita memakai target pendapatan yang telah di rasionalisasi jadi 63 persen, jadi sisa Waktu 4 bulan ke depan ini kita akan melakukan berbagai upaya untuk menaikkan pendapatan agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang ini menjelaskan, khusus untuk badan pendapatan daerah kota Kupang atau pajak yang dikelola atau yang merupakan tanggung jawab Badan Pendapatan, dari target pendapatan sebesar Rp 116 miliar di rasionalisasi menjadi Rp 86 miliar.



“Kita tentu berharap agar target pendapatan yang telah ditetapkan tahun 2020 ini dapat dicapai kita juga melihat bahwa semua geliat ekonomi telah berjalan normal termasuk Hotel hiburan restoran dan lainnya, memang semuanya tetap pada koridor protokol kesehatan covid 19,” ujarnya.

Untuk pemasangan Tapping box, kata Ari, tahun 2020 ini ada kerjasama dengan bank NTT untuk pemasangan tapping box di 120 titik, kedepan akan dilihat progresnya dan manfaatnya terutama bagi peningkatan pendapatan daerah.

Jika dengan pemasangan tapping box ini dapat mendorong atau meningkatkan pendapatan dan mengurangi adanya kecurangan di lapangan maka di tahun 2021 badan pendapatan akan mengusulkan agar tapping box ini dapat dipasangkan di semua tempat dan pemasangannya menggunakan dana APBD.

“Untuk Pajak Bumi dan Bangunan, pembayarannya sudah dilakukan secara online dan ke depan akan dikoneksikan dengan dinas perizinan kota Kupang,” ujarnya.

Dijelaskan, contohnya Jika ada yang ingin membuat restoran atau mendirikan restoran dan ingin mengurus izinnya maka dinas perizinan dapat melihat apakah sudah dilakukan pembayaran PBB, dan semuanya bisa dilihat langsung di sistem.

“Pada prinsipnya semua upaya yang dilakukan badan pendapatan daerah kota Kupang adalah untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak dan juga untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kota Kupang berbasis online,” terangnya.(NTT-YM)