Pilkada TTU, Ini Alasan Amandus Nahas Terima ‘Lamaran’ Frengky Saunoah, Bangun Koalisi FRESH

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dalam Rapat Kerja (Raker) Partai Golkar NTT di Kupang, bulan September 2019 lalu, diputuskan supaya Drs. Gabriel Manek, M.Si, sebagai kader Golkar Timor Tengah Utara (TTU) untuk maju bertarung sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari Partai Golkar dalam Pilkada TTU.

Tapi kenapa Ketua Demisioner DPD II Partai Golkar TTU, Amandus Nahas, bersikeras untuk menerima lamaran dari Frengky Saunoah (PDIP) untuk membangun koalisi FRESH?

“Memang benar, Bapak Gabriek Manek, ditunjuk langsung atau mendapat perintah langsung dari DPD I Partai Golkar NTT untuk maju bertarung dalam Pilkada Kabupaten TTU sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari Partai Golkar. Otomatis saya dan calon lain gugur dengan sendirinya untuk memberi kesempatan kepada Bapak Gabriel Manek,” jelas Amandus Nahas, tentang latar belakang masalah ini, saat dihubungi via ponselnya, Kamis lalu (23/06/2020).

Maka, lanjut Amandus, adalah menjadi tanggungjawabnya dan pengurus DPD II Golkar TTU untuk mencari figur dan partai lain untuk membangun koalisi yang kuat. Sebab Golkar cuma punya 4 kursi. Butuh lagi minimal 2 kursi agar layak ikut dalam kontes pilkada TTU.

Namun, lanjut Amandus, di tengah jalan Gabriel Manek menyatakan mengundurkan diri sebagai Bacabup dari Partai Golkar dengan alasan sangat pribadi.

“Lalu Pak Gab Manek menunjuk David Djuandi sebagai penggantinya,” cerita Amandus kepada wartawan di Kefamenanu.

Supaya layak maju bertarung sebagai Bacabup, lanjut Amandus, pihaknya memberi KTA (Kartu Tanda Anggota) dan jaket Golkar kepada David Djuandi.



“Kami juga memasang namanya sebagai pengurus Dewan Pertimbangan Partai Golkar TTU. Dengan demikian layak untuk maju sebagai Bacabup dengan mengusung nama Partai Golkar TTU,” kisah Amandus.

Beberapa bulan kemudian, lanjut Amandus, David Djuandi ikut fit and proper test di DPD II PKB Kabupaten TTU.

”Di sana Pak David Djuandi melepas jaket Golkar dan memakai jaket PKB. Saya sebagai Ketua Golkar merasa terganggu sekali. Banyak teman pengurus merasa kecewa atas manuver politik dari Pak David Djuandi,”jelas Amandus.

Menghadapi situasi tidak jelas akibat manuver politik David Djuandi itu, lanjut Amandus, ia pun memikirkan kemungkinan dari strategi lain agar Golkar TTU tidak jadi ‘penonton’ saja dalam kontes Pilkada TTU.

“Yang penting ada Golkar dalam kepemimpinan TTU 5 tahun yang akan datang. Itu poin pentingnya. Entah sebagai Bupati atau sebagai Wakil Bupati. Dan atas alasan ini, saya kembali menerima lamaran Pak Frengky Saunoah membangun koalisi FRESH,” tandas Amandus Nahas.

Tapi tampaknya Anda sudah ‘dikudeta secara halus’ dari kepengurusan DPD II Partai Golkar menyusul tongkat kepemimpinan diambil alih pengurus DPD I Golkar NTT akibat deadlock dalam Musda Golkar TTU Selasa lalu?

Tegasnya, Anda tidak punya ‘power’ lagi?

“Siapa bilang? Saya selalu yakin dan percaya kepada Golkar. Hasil pertarungan ke depan nanti luar biasa. Saya sudah siap menghadapi kemungkinan apapun,” pungkas Amandus dengan nada diplomatis.