Rapid Test 40 Tenaga Medis di RS Rafael Cancar Terkendala ART

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Seluruh Tenaga Medis, dalam hal ini Petugas dan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit (RS) St. Rafael Cancar yang pernah kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 atau C-19, berinisial RD (55), asal Tando, Rt. 007, RW 003, Desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat yang kini sedang di rawat di Ruang Isolasi RSUD dr. Ben Mboi Ruteng berjumlah 40 (Empat Puluh) orang.

Dari Total itu, 14 (Empat Belas) orang diantaranya sudah dilakukan Rapid Test, dan hasilnya Non Reaktif. Sedangkan, 26 (Dua Puluh Enam) orang diantaranya belum dilakukan Rapid Test karena ketersediaan Alat Rapid Test (ART) di RS St. Rafael Cancar sangat terbatas yang hanya berjumlah 28 (Dua Puluh Delapan) ART, sehingga pelaksanaanya sedikit terganggu, kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan C-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus Demung Moa, kepada media ini via Whats App, Minggu (10/5/2020) malam.

Dikatakannya, saat ini masih tersedia 14 ART di RS St. Rafael Cancar. Sehingga dalam waktu dekat akan kembali dilakukan Rapid Test terhadap 14 orang lainnya yang belum diperiksa.

Dengan demikian, lanjut Moa, masih kekurangan 12 (Dua Belas) ART lagi untuk pemeriksaan terhadap 12 Pihak Medis lainnya yang masih tersisa.

Sesuai protokol penanganan C-19, lanjut Moa, ke 40 orang Pihak Medis tersebut, baik yang sudah dilakukan Rapid Test maupun yang belum, tetap menjalankan isolasi secara mandiri selama 14 hari di RS dan di Rumah.

Sebelumnya, ke 40 Para Medis tersebut pernah kontak erat dengan PDP C-19, berinisial RD (55), asal Tando, Rt. 007, RW 003, desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

RD masuk RS St. Rafael Cancar, 30 April 2020 dengan keluhan menceret dan nyeri perut. Kemudian, 1 Mei 2020 pasien mengalami sesak napas dan batuk.

Di RS Cancar, ketika itu, Pasein dilakukan Rapid Test, 1 Mei dan 2 Mei, hasilnya non reaktif. Kemudian Rapid Test ulang, 5 Mei 2020, hasilnya IgG negatif, IgM positif samar.

Selain Rapid Test, RD juga sempat dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen paru, hasilnya pneumonia.

Di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, RD kembali dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rapid test, hasilnya semakin memburuk dari sebelumnya dan dinyatakan reaktif.

Pihak medis mendiagnosa RD mengalami Pneumonia Berat. Oleh Pihak Medis, RD dikategorikan PDP Covid-19. Saat ini RD tengah dirawat di ruang isolasi khusus di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.