Berkas Lengkap, Gregorius Taneo Penghina Pejabat Gereja Katolik Menunggu Disidangkan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, menyatakan berkas perkara kasus penghinaan terhadap salah satu pejabat gereja Katolik, Romo Donatus Tefa, Pr selaku Pastor Paroki Bunda Pengantara Segala Rahmat Kiupukan, kecamatan Insana, telah lengkap.

Dengan demikian, Gregorius Taneo, yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut bakal disidangkan di Pengadilan Negeri Kefamenanu.

“Berkas perkara yang kami terima dari Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, atas nama tersangka Gregorius Taneo sudah lengkap “, kata Kanitres Polsek Insana, Bripka Andrias Lou, SH kepada NTTOnlinenow.com Sabtu (09/05/2020) yang dihubungi pertelepon.

Menurut Andrias, berkas penyidikan kasus Gregorius Taneo dianggap memenuhi syarat formil dan materiil setelah pihak peneliti dari Kejaksaan Negeri Kefamenanu memeriksa berkas yang dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan.

“Setelah dipelajari berkas perkara Gregorius Taneo, dari pihak Kejaksaan Negeri Kefamenanu menyatakan berkasnya dianggap telah memenuhi syarat formil maupun materiil sebagaimana Pasal 310 ayat ( 1 ) KUHPidana”, ujar Andrias Lou.

Baca Juga  : Menghina dan Memaki Pejabat Gereja di Depan Umum, Goris Taneo Dipolisikan Umat 

Lanjutnya, “Kami masih akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti berupa 1 buah flah disk berisi rekaman video penghinaan terhadap pejabat Gereja Katolik. Untuk sidangnya kami menunggu dariJaksa Penuntut Umum (JPU) setempat”.

Gregorius Taneo telah resmi berstatus tersangka pada Selasa (11/02/2020) dalam kasus penghinaan terhadap Pastor Paroki Bunda Segala Pengantara Rahmat Kiupukan.

Sebelumnya diberitakan, tersangka secara berulang kali melakukan penghinaan terhadap korban sejak bulan Mei 2019 dengan mengumumkan ke salah satu umat yang juga sebagai saksi dalam kasus tersebut bahwa korban bersifat sangat biadab”, terang pelapor Isak Tikneon meniru amukan Gregorius saat meneriaki korban.

Atas peristiwa tersebut, pelaku penghinaan, Gregorius Taneo telah dipolisikan Isak Tikneon pada Senin (28/10/2019) ke Polsek Kiupukan.

Laporan Tikneon diterima pihak Polsek Insana dengan Laporan Polisi Nomor : LP /91/X / 2019 / Polsek Insana, pasal penghinaan.

Romo Donatus Tefa, Pr sebagai korban yang dikonfirmasi langsung media ini membenarkan perbuatan terlapor. Dikisahkan korban, terlapor dengan geram memaki dan menghinanya dengan menunjukkan gaya ingin memukul dirinya di depan sekitar 100 umat yang sementara bekerja bakti di dalam lingkungan gereja Bitauni.