Pendukung Milenial Paket “HATI” Deklarasikan Diri

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Ratusan kaum milenial yang tergabung dari 4 (Empat) kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendeklarasikan diri mendukung Paket “HATI” (Hamsi-Tobi) bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mabar 2020, Sabtu (15/2/2019) malam di Labuan Bajo.

Keempat kecamatan itu, diantaranya, kecamatan Mbeliling, Sano Nggoang, Boleng, dan Poros Selatan (Golo Mori dan Lambur), kata Usman Salamon, Koordinator Kaum Milenial, Paket “HATI” dalam sambutan singkatnya.

Deklarasi terlaksana, lanjut dia, sebagai bentuk dari semangat orang muda terhadap paket “HATI”.

Salah satunya karena merasa tertarik dengan visi-misi paket “HATI” yaitu mengentaskan pengangguran terbuka di Mabar yang kian hari kian bertambah jumlahnya dan upaya menciptakan lapangan kerja.

“Kami merasa tertarik dengan paket “Hati” karena memiliki program prioritas mengentaskan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda nantinya,” ungkap Salamon.

Deklarasi itu ditandai dengan penyerahan dukungan secara simbolis kepada Paket “HATI” oleh perwakilan kaum milenial dari 4 kecamatan dan disaksikan ratusan orang yang hadir.

Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati (Balon Wabup) Thobias Wanus, menyampaikan apresiasi atas semangat kaum mudah tersebut yang berani dan rela bersama paketnya nanti dalam berjuang memenangkan kompetisi Pilkada nantinya.

Dirinya mengaku, Pilkada 2015 silam, keduanya saling melawan. Kala itu, masing-masing berpasangan paket, Tobias Wanus-Fransiskus Sukmaniara, dengan meraih dukungan 15250 suara atau 13,22 persen, sedangkan pasangan Mateus Hamsi-Paul Serak Baut 23456 suara atau 20,33 persen.

Deklarasi Kaum Milineal Untuk Paket Hati

Figure yang kini tampil ketiga kalinya bertarung dalam Pilkada Mabar mengaku tak gentar melawan para kontestasi lainnya nanti. Sebab baginya, dirinya bukanlah pemain baru alias figure baru yang baru ikut berkompetisi sehingga baru dikenal luas public.

Tobi menyakini, untuk mengalahkan dirinya pada kontestasi Pilkada Mabar mendatang, khususnya di Daerah Pemilihannya (Dapil 3) cukup sulit.

“Saya sudah maju 2 kali dan kali ini sudah yang ke 3 kalinya. Demikianpun Pak Mateus ini. Jadi kami sudah sama-sama maju ketiga kalinya. Namun untuk Dapil 3, cukup sulit teman-teman itu mengalahkan saya. Karena saya bukan orang baru,” tandas Tobias Wanus.

Tobi juga menegaskan, memilih calon pemimpin bukanlah memilih untuk menjembatani suara rakyat saja, namun Dia sebagai penentu kebijakan di daerah.

“Calon Pemimpin penentu kebijakan bukan pilih anggota yang dibilang ‘laro jaong letang temba’ (untuk menjembatani kepentingan rakyat). Tetapi yang kita pilih adalah penentu kebijakan sesuai Undang-Undang Otonomi Daerah. Dan penentu kebijakan di daerah hanya Bupati dan Wakil Bupati,” tegas Tobi.

Hampir senada dengannya, Balon Bupati, Mateus Hamsi, menyampaikan apresiasi kepada kaum milenial yang telah mendeklarasikan diri untuk siap mendukung paketnya dalam Pilkada mendatang. Namun diawali dengan kata pembuka, ‘bergerak cepat, tepat dan tegas’, Hamsi mengungkapkan, bahwa nasib bangsa dan negara dan terkhususnya Mabar kedepannya berada dipundak para generasi muda. Karenanya, peran kaum muda dalam berpolitik sangatlah penting.

“Kita sekarang turun untuk bertempur. Masing-masing calon pasti yakin harus menang. Paket Hati juga harus menang,” pungkasnya.

Dirinya mengajak seluruh kaum muda di Mabar terutama para pendukungnya untuk berjuang menggunakan hati.

“Mari kita berjuang bersama-sama pakai hati. Kami tidak bisa berjalan sendirian tanpa bantuan kaum milenial. Bangun kaum mudah demi Mabar yang penuh bermartabat karena masa depan Mabar ada di pundak kaum milenial dan masa depan itu milik kaum muda, kaum milenial sebagaimana sumpah pemuda 1928 silam,” ujar Hamsi disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.

Menurutnya, kaum muda harus memiliki komitmen penting dalam membangun Mabar. Tak hanya memiliki harapan masa depan tetapi harus melibatkan diri dalam membangun. Kaum muda menjadi kelompok penting dalam berdiskusi untuk membangun daerah.

Hamsi, berjanji akan serius memperhatikan nasib kaum milenial, termasuk mengentaskan pengangguran terbuka di Mabar, apabila paketnya (Paket HATI) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Mabar mendatang.

Hamsi juga menyoroti tentang keberadaan Mabar yang telah ditetapkan sebagai daerah destinasi wisata super premium dan kini menjadi rebutan para investor untuk berinvestasi di daerah itu, namun sayangnya, penyerapan tenaga kerja lokal masih jauh panggang dari api alias sedikit.

Karenanya, dirinya lagi-lagi berkomitmen, akan serius memperhatikan hal itu. “Setidaknya, kehadiran investasi di daerah ini mampu menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak. Dan itu harus menjadi prioritas. Bukan malah menjadi penonton,” tutupnya.