Atlet Perisai Diri Tidak Saja Belajar Silat, Tapi Juga Belajar Tentang Kemanusiaan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri (PD) Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL menggelar Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 bersama, Jumat (23/1/2020) sore.

Kegiatan bertempat di GOR A. A Bere Tallo Tulamalae, dihadiri Ketua Perisai Diri Kabupaten Belu, Pembina PD, Pendekar Muda PD, para pelatih serta atlet cabang, dan ranting di Kabupaten Belu dan Malaka.

Ketua Perisai Diri Kabupaten Belu, Edi Mau mengatakan, kegiatan natal dan tahun baru bersama Kelatnas PD Belu dan Malaka ini merupakan satu momen silaturahmi kebersamaan para atlet PD.

Lewat momen ini jelas Edi, para atlet PD Belu dan Malaka saling mengenal satu sama lain, dan semakin meningkatkan kebersamaan dalam memajukan perguruan Perisai Diri di dua wilayah sehingga menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi.

“Ini momen silaturahmi, dimana mereka atlet PD kedua daerah saling kenal, lebih dekat dan kompak mengembangkan silat PD,” ujar dia.

Sebagai silat tertua di daerah Belu, Edi meminta kepada semua atlet agar tetap taat, menjaga martabat serta menjadi panutan di Belu dan Malaka. Silat Perisai Diri mendidik karakter anak-anak menjadi lebih baik tidak saja latihan teknis tapi juga mendidik jadi manusia yang baik.

Senada Pembina Perisai Diri Belu, Benediktus Manek mengatakan dirinya sangat senang dengan kegiatan ini semua ranting PD di Belu dan Malaka bisa berkumpul bersama rayakan Natal dan Tahun Baru bersama.

Dijelaskan, tema kegiatan ini membangun kekeluargaan, membentuk karakter yang berbudi luhur. Sesuai tema itu disampaikan kepada seluruh atlet PD di Belu dan Malaka agar tetap menjaga sikap dan perkataan.

“Kita tidak saja belajar teknis silat, tapi juga belajar sebagai manuasia yang baik,” tegas Beni Manek sapaan akrab.

Kepada atlet PD dia berpesan agar tetap rajin berlatih, dispilin dan tidak lupa berdoa. Diharapkan kedepan, Perisai Diri bisa melahirkan atlet-atlet profesional yang bisa menjadi perwakilan di pra PON dan PON.

“Kita punya kaderisasi yang baik. Tahun lalu kita kirim satu orang dan kedepan kita berusaha ada penamabahan utusan di pra PON dan PON,” akhir Beni Manek.