Komite III DPD RI Apresiasi Keberhasilan NTT Tingkatkan Kunjungan Wisata

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 12 Anggota Komite III DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT pada Selasa (12/11/19). Mereka adalah Evi Avita Maya (NTB), Hilda Manafe (NTT), Silviana Murni (DKI Jakarta), Eni Sumarni (Jawa Barat), Abdi Sumaithi (Banten), WTP Simarmata (Sumut), Fernando Sinaga (Kaltara), Andi Nirwana (Sultra), Iskandar Muda Baharuddin Lopa (Sulbar), Mirati Dewaningsih (Maluku), Suriati Armayin (Malut), dan Yance Samongsabra (Papua Barat).

Agenda kunjungan kerja para senator itu adalah melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang kepariwisataan dan undang-undang penyandang disabilitas. Mereka mengadakan rapat kerja di kantor Gubernur bersama para pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan penyadang disabilitas. Rapat kerja ini juga dihadiri oleh perwakilan masyarakat yang concern pada penyandang disabilitas, dan pelaku industri pariwisata.

Evi Apita Maya, senator dari NTB selaku pimpinan delegasi, dalam sambutannya mengatakan bahwa NTT telah berhasil mempromosikan potensi wisatanya, sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTT menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2016, jumlah kunjungan wisata ke NTT mencapai 83.712 orang. Terdiri dari wisatawan asing dan wisatawan lokal. Pada tahun 2017, naik drastis ke angka 111.749 wisatawan. Kemudian pada tahun 2018 mengalami peningkatan lagi sehingga mencapai 163.807 wisawatan,” paparnya.

Anggota Komite III DPD RI berharap prestasi ini terus ditingkatkan, agar jumlah kunjungan wisata semakin besar, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat NTT, terutama yang tinggal di sekitar objek-objek wisata.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar dua jam dalam suasana yang penuh keakraban, terbangun komitmen bersama antara Pemprov NTT dengan para Senator Komite III untuk bersama-sama mempromosikan semua potensi alam NTT agar bisa lebih dioptimalkan untuk membangun daerah dan menyejahterakan masyarakat. Tidak hanya spot-spot wisata, tapi juga kekayaan alam lainnya.