Hasil Verifikasi Rasio Elektrifikasi NTT 2019 Capai 83,68 Persen

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Hasil verifikasi Universitas Nusa Cendana bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Rasio Elektrifikasi meningkat menjadi 82,97% per bulan Agustus 2019 dan 83,68% per September 2019.

Dalam pemaparannya Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik. L. Benu, M.si. Ph.D menyebutkan Sektor kelistrikan memegang peran penting dalam pembangunan suatu negara.

“Dengan memverifikasi data RE ini akan membantu perencanaan pembangunan masyarakat dimana podes (potensi desa) adalah patokan bahwa 532 Desa sudah diverifikasi di 21 Kabupaten di NTT,” Ungkap Rektor Undana, Senin (28/10/2019).

Kebijakan penyediaan tenaga listrik, penyelenggaraannya dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya yakni menetapkan kebijakan, pengaturan, pengawasan, dan melakasanakan usaha penyediaan tenaga listrik. Pemerintah dan pemerintah Daerah bertanggungjawab untuk pembangunan sarana penyedia tenaga listrik di daerah yang belum berkembang , di daerah terpencil dan perbatasan, pedesaan dan di pulau-pulau terluar melalui implementasi nyata, sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapat akses listrik.

“Kami turun langsung bukan hanya ke desa bahkan sampai ke dusun diskusi dengan lurah untuk mengumpulkan data dan analisis data direkonstruksi RE NTT , jadi perhitungannya jumlah KK berlistrik PLN dan Non PLN ( dalam arti kk menyalur, kk menumpang dan yang sumber listrik dari sehen/ solarcell/ dan genset). Tambah rektor

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko menyampaikan, ini momen penting dimana kita menyaksikan pemaparan survey rasio elektrifikasi dimana target kami adalah 90% di akhir tahun 2019, jadi mohon seluruh stakeholder Mari kita bekerja sama membangun Elektrifikasi di NTT untuk bisa tercapai” ucap GM Rendroyoko

Sementara itu, Kepala BPS NTT Darwis Sitorus S.Si, M.Si mengatakan akses listrik di kota 99,78 sudah terlistriki. Sedangkan di daerah hasil survey Undana tidak beda jauh dengan hasik Susenas (Survey Sosial dan Ekonomi Nasional) yaitu sekitar 82%, Pencapaian akses ini dengan adanya tantangan medan dan diukurnya yaitu, RE = (Jumlah Rumah Tangga Berlistrik /Total Rumah Tangga) x 100%.ucapnya

Dengan formula demikian, beberapa varians sehubungan dengan , sumber supply listrik, pola atau sistem atau definisi rumah tangga disuatu wilayah dan pola penggunaan kelistrikan kelompok sosial yang diragamkan oleh pola kekerabatan di suatu wilayah. Oleh karena itu pendataan RE seharusnya dicirikan oleh kondisi riil sosial kemasyarakatan suatu wilayah, serta keragaman sumber kelistrikan (PLN dan NON PLN). Yang dinamakan SILISA ( Sistem Informasi Listrik Pedesaan), demikian juga dengan BPS NTT melakukan sensus untuk PODES yang didalamnya juga menyangkut RE di desa-desa dan RE NTT lanjutnya.

Kedua data dimaksud menunjukkan perbedaan cukup signifikan , dimana RE NTT versi PODES di NTT lebih tinggi dari RE versi SILISA. Walaupun RE pada tingkat kabupaten dan NTT versi PODES lebih tinggi versi SILISA, namun pada tingkat kecamatan dan desa terjadi variasi , dimana pada beberapa kecamatan dan desa terjadi RE versi SILISA lebih tinggi dari RE versi PODES. Sehingga dipandang perlu dilakukan pembaruan data RE di NTT melalui kegiatan verifikasi data di kecamatan dan desa dimana terjadi perbedaan nilai RE di NTT antara SILISA 2018 dan PODES 2018, sekaligus dalam rangka mengukur progress pembangunan kelistrikan di NTT.

Ketua Komisi IV dalam seminar juga menyampaikan saya sangat apresiasi atas pencapaian RE hasil survei Verifikasi RE di NTT yang dilakukan PLN bekerjasama dengan Undana dan pesan saya apa yang diekspose hari ini, Dinas ESDM juga mensikronkan data tersebut sehingga data yang dimiliki PLN sama dengan ESDM. ucap Refafi Gah

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan berits acara Deklarasi Rasio elektrifikasi Provinsi NTT yaitu An. Gubernur NTT Asisten II Ir. Samuel Rebo, Ditjen Gatrik Ir. Budianto Hari Purnomo, MM, kepala BPS NTT Darwis Sitorus S.Si, M.Si, Kadis ESDM NTT Jusuf A. Adoe, SE, MT, Ketua Komisi IV DPRD NTT Drs. Refafi GAH, SH.M.Pd dan PT PLN Persero VP Transmisi Distribusi dan Niaga Regional JBTBN Ir. Lasiran, MH dan GM PLN UIW NTT Ir. Ignatius Rendroyoko M.ENG.Sc.